Cemarkan Nama Baik Kadiv Hubinter Polri melalui FB, Tujuh Saksi sudah Diperiksa Penyidik

berbagi di:
img-20210114-wa0021

 

Kombes Pol Rishian K Budhiaswanto
Kabid Humas Polda NTT

 

 

 
Yapi Manuleus

 

 

HINGGA saat ini sudah tujuh orang Saksi diperiksa penyidik Polda NTT terkait kasus akun palsu yang menyeret nama baik
Irjen Pol Johanis Asadoma yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.
Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, saat dikonfirmasi VN terkait perkembangan kasus tersebut pada Kamis (14/1) siang.

Pihaknya mengaku sebanyak tujuh orang saksi tersebut masih dalam pemeriksaan oleh Penyidik Polda NTT.

“Sementara ini penyidik sedang meminta keterangan dari tujuh orang saksi,” katanya.

Saat ditanyai VN terkait identitas para tujuh orang saksi tersebut, pihaknya menjawab bahwa penyidik masih mendalaminya. Sehingga katanya, akan diinfokan hasil selanjutnya ketika sudah ada perkembangan dalam penanganan kasus tersebut.
“Sementara masih pendalaman dari penyidik. Nanti saya infokan kalau ada perkembangan ya,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya sebuah akun “facebook” Ceponk memuat informasi yang menyudutkan dan mencemarkan nama Johni Asadoma (Kadiv Hubinter Polri/mantan Wakapolda NTT).

Akun facebook tersebut menulis di grup Forum Kota Kupang yang dimuat pada Minggu (27/12) petang dan dikomentari puluhan akun facebook.Dalam tulisannya ke grup Forum Kota Kupang itu, ceponk menulis soal kejadian pengrusakan fasilitas di Taman Tirosa Kota Kupang.

Ia menuding pengrusakan ini dipimpin Barka yang diakuinya sebagai suruhan JA (Johni Asadoma). Ia menyebut kalau JA adalah salah satu kandidat calon walikota Kupang 2022. (Yan/ol)