Chris Mboeik Siap Pimpin PSSI NTT

berbagi di:
foto-hal-01-wakil-ketua-ii-christian-mboeiknahor-2

Chris Mboeik, Wakil Ketua DPRD NTT

 

 

 

Pascal Seran

Politisi Partai NasDem yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD NTT Christian Mboeik siap memimpin Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) NTT.

Ia menyatakan siap untuk maju pada Kongres Biasa 2021 Asprov PSSI yang rencananya akan digelar di Kupang, 4 Desember mendatang dengan agenda utama pemilihan pengurus Asprov PSSI NTT periode 2021-2025 jika ada aspirasi yang mendukungnya.

Hal itu diungkapkan Chris yang juga wartawan senior itu kepada VN, Minggu (28/3).

Ia menegaskan, jika ada aspirasi yang berkembang untuk mendorongnya menjadi Ketua Asprov PSSI maka ia siap.

“Saya sih tidak ada ambisi untuk memimpin PSSI NTT, tetapi kalau ada aspirasi saya siap. Memang teman-teman sejak lama mendorong saya maju untuk memimpin Asprov PSSI NTT ke arah yang lebih baik,” tandas Chris.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini mengakui, NTT memiliki potensi serta animo yang besar namun sejalan dengan itu ada keprihatinan lantaran belum ada pergerakkan PSSI di NTT.

“Kalau aspirasi dari bawah untuk membuat hal yang baik, saya tidak pernah menolak. NTT ini animo bola sangat besar, bakat ada, potensi besar tetapi kita tidak pernah punya prestasi dan itu kuncinya ada pada pengelolaan organisasi. Sehingga ada aspirasi itu maka saya siap untuk mengelola bersama karena ini kerja kolektif,” tegasnya.

Pengamat sepakbola NTT Johny Lumba yang dimintai komentarnya, menegaskan, untuk mengurus sepakbola di NTT butuh orang-orang yang berkomitmen untuk membawa sepakbola NTT ke arah yang lebih baik.

“Sepakbola ini adalah cabang olahraga yang kolektif yang membutuhkan dana, sumber daya manusia, dan sarana dan prasarana yang mendukung. Jadi, butuh orang-orang yang berkomitmen baik dan tidak menjadikan Asprov PSSI untuk mencari keuntungan,” jelasnya.

“Dia mengakui, sosok yang sering disebut-sebut belakangan ini untuk mencalonkan diri menjadi pimpinan PSSI NTT mempunyai kualitas dan kemampuan yang baik serta memiliki jiwa untuk mengeluarkan dari ‘sakunya’ untuk membina sepakbola NTT,” imbuhnya.  

Dia juga menegaskan siapapun yang memimpin PSSI NTT perlu menata pola pembinaan sepakbola NTT yang saat ini sepeti mati suri. Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, antara lain dana, SDM pelatih, dan sarana prasarana yang lengkap.  

“Bagaimana kita mau berkembang tanpa dana. Sumber daya pengurus dan pelatih yang tidak baik. Pengurus harus memiliki link yang baik. Menjadi pengurus bukan untuk cari makan. Selain itu, sarana seperti lapangan itu penting. Bagaimana kita mau berkembang kalau tanpa lapangan,” jelasnya.

Selain itu, satu hal yang penting adalah kompetisi. “Para pengurus juga harus mampu menyelenggarakan kompetisi. Sebab, tidak ada ada orang yang melakukan latihan tanpa kompetisi, ibarat orang belajar tanpa ujian, bagaimana dia mau tau dia punya kemampuan,” kata Dekan FKIP UKAW Kupang ini.

 

 

Tata Pola Pembinaan
Terkait tata kelola pembinaan, kata dia, pengurus harus mampu melakukan pola pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. “Pola pembinaan harus ada tahapan-tahapan yang kita lakukan, sesuai dengan tingkat usia. Ibarat sekolah, sekolah diatur oleh kurikulum, tidak mungkin dia SD materinya sama dengan SMP, SMP sama dengan SMA, yang terjadi pola pembinaan kita di sini, pokoknya dia punya pengalaman main bola dia kasi materi SD, SMP, SMA, gabung jadi satu. Bahkan ada pertandingan antara SMA dan mahasiswa, itu keliru, kita harus membina sesuai dengan tingkat usia, sehingga akhirnya, kita mematangkan atlet pada usianya. ini yang kelipola pembinaan seperti ini yang membuat atlet itu gagal,” bebernya.

Pola pembinaan yang salah saat ini, kata dia, makanya di Indonesia hanya bisa top di usia junior. “Kita aharus memiliki kurikulum pembinaan per tingkat usia, mulai dari tahap fundamental, belajar dan berlatih, masa berlatih untuk berlatih, berlatih untuk berkompetisi, dan berlatih untuk berprestasi atau juara. Saya yakin, kalau ini bisa diramu secara baik, saya yakin dua atau tiga tahun ke depan, kita bisa berprestasi,” tegasnya.

Sebagai akademisi olahraga, Doktor Olahraga NTT ini mengaku akan mendukung dengan kemapuan yang dimilikinya. “Kami akan mengikuti terus. Dari segui pendidikan, kami akan melakukan riset berupa penelitian-penelitian untuk mendukung kepengurusan ke depan. Siapapun yang akan memimpin kami akan mendukung dengan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Asprov PSSI berencana menggelar Kongres Biasa 2021 yang rencananya akan digelar di Kupang, 4 Desember mendatang. Kongres Biasa ini memiliki agenda utama, yakni pemilihan pengurus Asprov PSSI NTT periode 2021-2025.

Ketua Komite Pemilihan Lukman Hakim dalam rapat perdana di aula Dinas Perhubungan Kota Kupang mengatakan, agenda pemilihan akan diawali pada 3 Juli 2021. “Agenda pemilihan kita mulai dari 3 Juli 2021 dengan jadwal pendaftaran bakal calon. Jadi saat ini para pemilik hak suara, yakni askab sudah mulai menjaring jagoannya yang akan dipilih dalam kongres nanti adalah ketua, wakil ketua dan tujuh orang anggota exco. Jadi nanti tiap kabupaten akan ajukan sembilan calon,” kata Lukman. (bev/ol)