Corona, Daya Beli Buah Menurun

berbagi di:
img-20201128-wa0020

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Dampak Corona juga berimbas pada turunnya daya beli masyarakat terhadap buah-buahan segar hingga 50 persen.

Hal ini diakui Nindia salah satu pedagang buah yang diwawancarai VN, Sabtu (28/11) siang.

Nindia yang merupakan mahasiswa Universitas Nusa cendana Kupang ini mengatakan sebelum pandemi dalam sehari buah-buahan segar miliknya laku terjual hingga 20 kilo lebih. .

“Yang beli dalam satu hari paling banyak itu 8 sampai 9 orang. Itu pun mereka beli ada yang satu atau dua tiga buah tidak sampai 1 kilo,”ungkapnya.

Menurut Nindia, biasanya ia mulai berjualan sejak pukul 08.00 – 16.00 Wita, namun karena sepi pembeli maka saat ini ia menjual hingga pukul 20.00 Wita.

“Karena saya juga seorang mahasiswa maka biasanya saya buka dari jam 8 sampai jam 4 sore. Tetapi saya tidak jaga sepenuhnya juga karena terkadang kalau pas jam mata kuliah maka saya minta tolong adik atau orangtua yang jaga, tetapi ketika jam mata kuliahnya tidak ada maka saya yang jaga tapi sampai jam 4 sore. Namun sejak pamdemi saya buka sampai pukul 8 malam karena pembeli juga sepi,” jelasnya.

Menurutnya, ia lebih memilih berjualan karena usahanya ini selaras dengan jurusan yang ia tekuni di Undana yakni manajemen bisnis.

Ia berharap usaha kecilnya ini suatu saat dapat berkembang lebih pesat bermodalkan ilmu yang ia peroleh.

“Saya ingin jadi pengusaha buah makanya saya ambil jurusan Manajemen Bisnis, supaya saya tahu bagaimana caranya bisnis yang baik dan benar sehingga suatu saat nanti kalau Tuhan berkehendak saya mau buka toko buah yang besar di Kota Kupang,” ungkapnya.

Meski usahanya ini terletak di pinggir jalan tetapi buah-buahan segar yang ia jual cukup banyak.

Menurutnya, buah-buahan seperti buah apel, anggur, dan kelengkeng dipesan dari Jawa.

Terkadang buah-buah yang ia jual busuk karena disimpan dalam waktu yang cukup lama.

“Biasanya dalam satu bulan itu saya pesan dua kali kebetulan di Jawa ada teman yang bantu untuk mengirimkan buah-buahan ini. Tapi sejak Corona buah yang biasanya habis dalam jangka waktu 2 minggu hingga satu bulan, kini habis dalam waktu satu bulan bahkan lebih. Kadang rugi tapi mau bagaimana, namanya usaha harus jatuh bangun,” ujarnya.

Ia berharap Corona segera berakhir dan usahanya bisa berjalan lancar. (bev/ol)