Cottage di Fatumnasi Belum Rampung

berbagi di:
img-20200118-wa0017

 

 

Stef Kosat

Pembangunan cottage di Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai salah satu dari 7 destinasi pariwisata estate di NTT belum juga rampung.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTT bersama rombongan, Sabtu (18/1) meninjau langsung progres pembangunan salah satu project pariwisata yakni pembangunan cottage. Hasilnya, masih jauh dari harapan.

Pantauan VN yang ikut dalam rombongan, akses jalan menuju Fatumnasi belum mulus. Akses air bersih, fasilitas internet, listrik dan penginapan pun masih sulit.

Sementara Ketua Harian BPPD NTT Abed Frans mengatakan survey di 7 destinasi dilakukan sesuai arahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengetahui progres pembangunan di wilayah tersebut serta memberi masukan bagi pokja pariwisata dan OPD terkait agar bisa mendukung penyelesaian pembangunan pariwisata dalam berbagai aspek baik fasilitas jalan, aira dan lain-lain.

img-20200118-wa0016

“Jadi, hasil survei ini bisa dikatakan infastruktur menjadi kebutuhan paling dasar yang butuh perhatian ekstra apalagi diharapkan Maret sudah selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas OPD perlu dioptimalkan agar secepatnya jalan menuju Fatumnasi sepanjang 14 kilometer bisa diselesaikan karena kondisi jalan saat ini membuat wisatawan kesulitan mendatangi Fatumnasi.

“Apalagi kita promosi banyak baru wisatawan mendatangi tempat ini dengan kondisi jalan begini maka mereka tidak akan mau datang lagi,” ujarnya.

img-20200118-wa0015

Ia mengaku akan melaporkan fakta yang ada kepada gubernur dan pihak terkaita supaya ada pembenahan dan perhatian semua pihak.

“Jelas Fatumnasi belum bisa menampung banyak orang. Karena tidak ada homestay dan rumah masyarakat belum banyak yang mendukung dan itu sulit bagi wisatawan,” tambah Abed.

Untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada di Fatumnasi, maka juru kunci cagar alam Gunung Mutis Mateus Anin meminta gubernur untuk lebih intens berkomunikasi dengan Presiden Jokowi dan stakeholeder seperti Dinas PUPR Kabupaten TTS, GM PLN, GM Telkomsel, PADM dan Dinas PMD agar kekurangan yang ada dapat teratasi sehingga Fatumnasi layak masuk dalam 7 destinasi pariwisata baru di NTT.

Sementara Reni Marleni Un, anggota Komisi II DPRD NTT yang turut dalam rombongan mengatakan sebagai anggota DPRD yang membidangi langsung pariwisata, pihaknya wajib mengawal program pemerintah dan juga mendukung pemerintah dalam hal pariwisata.

img-20200118-wa0011

Ia mengaku baru ikut serta memantau satu dari tujuh destinasi pariwisata 7 baru di NTT.

“Dengan melihat kondisi di Fatumnasi, maka pemerintah jangan mempromosikan yang besar-besar ke luar. Karena sarana dasar yang dibutuhkan wisatawan baik jalan, penginapan, internet, makan-minum belum bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Menurunya, meski saat ini sudah ada pokja di 7 destinasi pariwisata yang ada namun pokja dinilai belum bekerja maksimal.

“Accesibility, Accommodation, Attraction, Activities, Amenities dari lima hal di atas hanya Attraction yang terpenuhi di calon destinasi pariwisata sedang yang lain masih nihil. Anggaran untuk membangun cottage bagi wisatawan menginap telah dikucurkan sebesar Rp 800 juta. Anggaran sebesar itu untuk membangun 4 cottage, 4 lopo kecil bagi wisatawan, dan juga restoran. Fasilitas ini harus rampung Maret 2020 namun faktanya restorant belum ada, cottage untuk wisatawan baru terbangun 2 unit tapi belum diatap, begitupun loponya baru dibangun sebatas rangka. Jadi perencanaan pembangunan di pariwisata tidak dilakukan secara baik dan ini menghambat program besar Pemprov NTT untuk mensejahterakan masyarakat di bidang tersebut,” ujarnya.

Reni mengataka wisatawan bisa saja tertarik dengan lokasinya tapi jika fasilitas tidak siap maka wisatawan tidak akan nyaman dan bertahan.

“Toilet yang layak susah, restoran untuk wisatawan makan tidak ada, maka apa yang mau didapat wisatawan jika mereka jauh-jauh datang ke Fatumnasi untuk apa?” ujarnya.

Ia meminta agar 7 destinasi pariwisata yang ada bisa dilengkapi rest area, musholla, ruang pertemuan, dan ruang bercengkerama jika wisatawan datang dengan keluarga.

“Karena kami DPRD selalu mendukung anggaran maka perhatian pemerintah harus merata semua demi menggenjot PAD dari Pariwisata,” tambahnya.

Ia berharap BUMN dan perbankan di NTT pun ikut membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di NTT.

Saat meninjau Fatumnasi turut serta bersama BPPD NTT yakni GM Angkasa Pura Barata Singgih yang juga merupakan anggota BPPD NTT, pereakilan Garuda Indonesia, Bank Mandiri, Asita, Hotel Swiss Bellin, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Ketua Pokja Fatumnasi dari Dinas Pariwisata NTT, Genpi NTT, Hotel Aston dan VN.(bev/ol)