Covid-19, Jalan Urip Sumoharjo Ramai Penjual dan Pembeli Takjil

berbagi di:
img-20200430-wa0023

 

 

 

 

Simon Selly

Setiap bulan Ramadhan tiba Jalan Urip Sumoharjo tepatnya di depan Bank Mandiri, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mendadak berubah menjadi pasar jajanan aneka makanan dan minuman.

Pantauan VN, Rabu (29/4) sore, di tengah pandemi Covid-19 masih terlihat para penjual takjil berjejer menjual aneka makanan dan minuman.

Banyak warga Kota Kupang, juga terlihat masih ramai membeli jajanan. Padahal sebelumnya, Pemerintah Kota Kupang maupun Pemerintah Provinsi NTT telah memberikan imbauan untuk mentaati protap kesehatan. Bahkan takjil diminta untuk dijual secara online.

Saat itu,  tampak juga anggota TNI/Polri dan Sat PP yang mengimbau penjual dan pembeli agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Namun, para pembeli tidak peduli menjaga jarak satu sama lain.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Yeskiel Loudoe menjelaskan telah ada kesepakatan yang diambil terkait penjualan takjil secara daring. Meski kegiatan tahunan, namun masyarakat perlu berhati-hati karena Covid-19 bukan hal sepele.

“Yang perlu sekarang ini ialah tertib dengar anjuran pemerintah atau tidak. Kalau tidak tertib, nanti bagaimana. Pemerintah juga harus punya ketegasan mengapa ini masih terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak boleh diam menghadapi situasi penumpukan massa dalam jumlah yang banyak saat membeli takjil.

Pemerintah harus berkoordinasi dengan TNI/Polri dan instansi terkait guna mengambil langkah tegas.

“Harus disiplin, harus ambil tindakan. Kalau besok masih ada, berarti pemerintah tidak konsisten dengan kesepakatan. Pemerintah harus tegas. Mari kita gotong-royong, bahu membahu bersama untuk mengatasi Covid-19 ini,” ujarnya. (bev/ol)