Covid-19 Kota Kupang dalam Sepekan: 567 Orang Terpapar 10 Meninggal Dunia

berbagi di:
kota-ernest-ludji-1

 

Ernest Ludji
Jubir Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Kupang

 

 

 

Maykal Umbu

 

 

WARGA Kota Kupang kembali diingatkan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, menyusul terus melonjaknya penyebaran Covid-19 dan angka kematian yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan rilis data Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan Provinsi pada Sabtu (20/2) kemarin, melaporkan terjadi penambahan 144 kasus positif baru di NTT dan tiga kasus meninggal. Dan lagi-lagi Kota Kupang menjadi penyumbang terbanyak yaitu 59 orang positif dan dua orang meninggal.

Dengan tambahan tersebut, maka selama sepekan terakhir (13-20 Februari 2021), sudah sebanyak 567 warga Kota terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Sedangkan 10 orang lainnya meninggal dunia.

Dalam rilis yang diteken Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala kemarin, total warga Kota Kupang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 sejak pasien pertama El Asamau 10 April 2020 lalu, sudah menembus angka 4.009 orang.

Yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah sebanyak 1.484 orang. Yang meninggal dunia sudah 94 orang sedangkan yang sembuh 2.431 orang. (lihat grafis)
Secara keseluruhan NTT, pasien sembuh bertambah 252 orang, yakni Kota kupang 196 orang, Ende (42), Kab. kupang (2), Alor (2), TTU (9), Manggarai Barat (1). Sementara tiga orang meninggal dunia kemarin, berasal dari Kota kupang dua orang dan Manggarai satu orang.
Total kasus Covid-19 di NTT mencapai 8.516, dengan 5.583 pasien sembuh, 216 meninggal dunia, dan 2.717 masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

 
Perketat Prokes

 
Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji mengatakan Pemerintah Kota Kupang berencana melibatkan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) guna mempercepat penemuan kasus sehingga pemutusan rantai penularan Covid-19 juga dipercepat. “Dengan semakin banyak orang melakukan testing, kita tahu lebih dini sehingga mencegah kemungkinan banyak orang terjangkit,” ungkapnya.
Dia mengatakan dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap III yang berlangsung sampai 24 Februari, masyarakat terlihat mulai menerapkan protokol kesehatan secara ketat namun belum seluruhnya.

“Memang masih dilakukan pembenahan tetapi PPKM mulai berdampak baik di masyarakat,” jelasnya. Sesuai pantauan di pasar tradisional misalnya, banyak pengunjung dan penjual tidak mengenakan masker secara benar atau sama sekali tidak mengenakan masker.

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man menegaskan Pemkot memperpanjang PPKM lebih difokuskan pada kegiatan

masyarakat untuk sektor pengelolaan rumah makan yang memiliki potensi terjadinya kerumunan warga. Seluruh pengelola rumah makan dan restoran di Kota Kupang dilarang melayani konsumen untuk makan di rumah makan atau restoran.
“Kami izinkan dibuka tetapi hanya untuk melayani pembelian bukan untuk makan ditempat karena makan di restoran memiliki potensi terjadinya penyebaran COVID-19,” tegasnya. (mi/R-2/yan/ol)