Cuaca Buruk, Harga Ikan di Kupang masih Mahal

berbagi di:
img-20210218-wa0024

 

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
CUACA buruk yang ditandai hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah NTT dalam beberapa pekan terakhir ini membuat harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang terus merangkak Naik.

Kenaikan harga ikan ini dipicu banyaknya nelayan yang tidak melaut karena angin kencang yang melanda perairan Kupang.

Pantauan VN di pasar Oesapa dan Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, kenaikan harga ikan ini sangat signifikan.

Salah satu pedagang yang diketahui bernama Ama Wila mengatakan bahwa kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak pertengahan Desember.

“Karena nelayan banyak yang takut melaut akibat cuaca saat ini. Kalau nelayan tidak melaut otomatis ikan juga tidak ada jadi ikan yang ada pasti dijual mahal,” ujarnya.
Menurutnya saat ini pedagang ikan hanya berani menjual ikan berukuran kecil yang yang dijual per kumpul seperti ikan kombong, tongkol dan jenis ikan kecil lainnya. Ikan masih dijual dengan harga yang sama namun jumlahnya dikurangi.

“Bisa lihat sendiri saya hanya jual ikan kombong saja. Kalau jual ikan besar pasti lebih mahal dan kebanyakan pembeli akan beli yang murah. Jadi daripada rugi lebih baik saya jual yang bisa dibeli saja,” tambahnya

Romanus, penjual ikan di Pasar Kasih Naikoten 1 juga mengatakan demikian. Menurutnya cuaca buruk di Kota Kupang mengakibatkan harga ikan semakin hari semakin naik. Menurutnya, ikan kombong yang biasa dijual 15-20 ekor dengan harga Rp20 ribu, sekarang jadi 10 ekor.

“Ikan tongkol yang biasa saya jual Rp 20 ribu 20 ekor sekarang hanya bisa jual 10 ekor saja. Ikan kombong yang ukuran sedang biasa saya jual 8 ekor Rp 20 ribu, sekarang jadinya 12 ekor Rp 50 ribu. Kalau yang kecil biasa 15-20 ekor Rp 20 ribu, sekarang hanya bisa 10 ekor saja. Mahal sekali sekarang,” jelasnya.

Pedagang lain juga mengaku, tidak ingin memasok jenis ikan lainnya karena takut tidak laku dan rugi. Mereka menjual ikan yang biasa dikonsumsi warga saja.

Kenaikan harga ikan diperkirakan akan terus terjadi, mengingat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang masih terjadi di Wilayah NTT. (Yan/ol)