Daerah tertinggal Bisa melahirkan manusia unggul

berbagi di:
img-20191116-wa0010

 

 

 

Stef Kosat 
Sejarah bangsa Indonesia mencatat pernah ada orang hebat yang lahir dengan segala keterbatasan, di daerah terbelakang seperti NTT khususnya Kabupaten Rote Ndao, Manggarai, dan Maumere. Namun orang-orang hebat seperti Profesor dr. Wilhelmus Zakaria Johennes, Franciscus Xaverius Seda, Brigjend TNI dr Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H mampu survive dengan motivasi besar dan benar.

Sejarah hebat dan motivasi membangun Indonesia dari daerah terbelakang itulah yang membuat Astra Internasional Tbk dan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim(YPA-MDR) termotivasi untuk datang ke NTT tiap 3 kali dalam setahun. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk, Paulus Bambang Widjanarko, saat meresmikan 3 SD di Kabupaten Kupang-Takari Bijaesahan pada Kamis (14/11) dan peletakan batu pertama pembangunan sekolah dari SD-SMK di Rote Barat pada Jumat (15/11).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan NTT Benyamin Lola, Sekda Kabupaten Kupang Obed Laha, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan, Istri Almarhum Michael D. Ruslim,Trisni Puspitaningtyas,
kedua anak mereka Gisela Deamanda Prasadhistika dan Mayongga Gilang Pragiwaksana dan undangan lainnya

Presiden Direktur Paulus mengatakan, tujuan Astra Internasional Tbk datang ke NTT, tidak hanya untuk membangun gedung sekolah. Tetapi yang paling penting adalah membangun SDM NTT berdasarkan lima pilar yakni akademis, karakter, kecakapan hidup, seni budaya, dan terutama adalah memberikan motivasi bagi para guru, peserta didik yang menjadi binaan Astra.

Ia yakin suatu saat akan lahir penerus W.Z Johennes, Frans Seda, dan Ben Mboi yang lain dari rahim sekolah binaan YP-MDR yang ada di derah terbelakang seperti Kabupaten Kupang dan Rote-Ndao.

“Kalau hanya membangun gedung atau sarana prasarana, maka banyak orang kaya bisa membangun gedung. Tetapi YPA-MDR tidak begitu, melankan lebih fokus kepada pembinaan karakter para guru dan murid sehingga menghasilkan SDM yang unggul seperti keinginan Presiden Jokowi yang mau menghasilkan SDM Indonesia yang unggul. Karena kalau hanya fokus membangun fisik maka akan cepat sekali. YPA-MDR fokus kepada para guru supaya guru-guru di Takari Kabupaten Kupang bisa menjadi guru yang unggul dan sistem yang dibangun juga harus unggul baru akan melahirkan murid yang unggul untuk bersaing di level kabupaten, provinsi, nasional dan global,” kata Paulus.

Anak-anak dari Kabupaten Kupang dan Rote Barat yang menjadi binaan Astra Internasional Tbk, diharapkan bisa menjadi tokoh nasional pada suatu waktu. Karena itu, Astra Internasional Tbk dan YPA-MDR ingin membangun Indonesia dengan semangat dan antusias. Sehingga daerah yang benar-benar terbelakang bisa termotivasi menjadi daerah yang luar biasa juga. Sebab menjadikan SDM unggul dari daerah terbelakang adalah kebanggaan bagi Astra.

“Mari semua kita berkolaborasi untuk membangun Indonesia dengan cara, semangat, motivasi dan saling membagi dengan daerah yang jauh atau tertinggal sehingga kelak kita boleh dikenal warisan terbaik yakni membangun manusia. Semua kita harus memiliki motivasi besar untuk NKRI dan bagi para guru di SDN Bijaesahan harus memiliki motivasi itu juga sehingga mampu melahirkan manusia Indonesia yang unggul dari Takari-Bijaesahan Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Selain membangun SDM NTT, Astra Internasional Tbk dan YPA-MDR memberi perhatian besar terhadap intelektual budaya khas NTT yang turun-temurun yakni kain tenun. Karena itu perusahaan tersebut memberi peralatan tenun secara lengkap dan juga mendatangkan pelatih tenun Ina Ndao untuk memberi pelatihan menenun bagi para semua siswi kelas 3-5 SD sampai menjadi mahir.

“Hasil karya para siswi di Takari diambil dan dijual di Jakarta khususnya Galeri Astra,” jelas Paulus.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim, Herawati Prasetyo mengatakan, Astra dan jajaran direksi, selain meresmikan SD I Bokong 1, SD N Bijaesahan, SD N Oesusu, Astra juga menandatangani pembangunan SMP 2 Amarasi Selatan, SMP N 14 Takari, SMK 1 Takari, dan SMK 1 Amarasi Selatan, serta mulai membangun dan renovasi 8 gedung sekolah di Rote-Ndao
NTT, pada 15 November 2019 ini sebagai bentuk nyata komitmen untuk tingkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususnya NTT.

Tidak hanya sarana-prasarana, tetapi PT Astra Internasional Tbk dan YPA-MDR memberi bantuan bidang akademik antara lain, pelatihan motivasi dan karakter kepada guru dan kepala sekolah. Pelatihan dan pendampingan guru dalam hal peningkatan kompetensi
guru seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pendalaman
Materi ajar, pembuatan dan pemakaian alat peraga, penelitian tidakan kelas (PTK). Pelatihan tentang Kurikulum 13 (K 13), pelatihan kepada para kepala sekolah mengenai manajemen sekolah.

Dalam kaitan ini YPA-MDR memberikan pembekalan dan monitoring dalam hal Plan, Do, Check, Action (PDCA) dan berlaku dalam sostem manajemen Astra.

Ada pula pelatihan metode pembelajaran metode GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) di bidang matematika kepada para guru serta pengimbasannya. Program Guru Muda Indonesia yang ditempatkan di sekolah binaan Kupang dan Rote sebagai upaya akselerasi sekolah unggul. Khususnya menjadikan Kecamatan Rote Barat sebagai “Kecamatan Cerdas Berprestasi.

Bantuan non Akademik antara lain,
memberikan bantuan alat tenun sebanyak 12 set di setiap sekolah binaan Astra. Selain itu, bantuan air bersih berupa sumur bor dan instalasinya berkolaborasi dengan Grup Astra dan Main Dealer Honda. Bantuan perangkat sekolah berupa sepatu, tas dan pakaian seragam, antuan pembangunan dan renovasi Gedung serta sarana-prasarana sekolah untuk memenuhi standar pelayanan minimum
(SPM),bantuan sarana prasarana pembelajaran berupa alat peraga,
komputer, LCD, perangkat genset.

img-20191116-wa0009
Ada pula bantua  perpustakaan dan buku-buku serta alat pembelajaran literasi berupa KIPIN (Kios Pintar), yaitu alat menyerupai ATM yang berisi, kurikulum, buku-buku pelajaran, buku-buku pengetahuan umum secara online dan offline.

“Sekolah binaan di Kecamatan Takari pun akan segera kami lengkapi dengan KIPIN,” ujarnya.

Melalui program pembinaan yang dilakukan, YPA-MDR berharap dapat
melahirkan generasi muda yang mandiri dan peduli untuk membangun
daerahnya sejalan dengan cita-cita luhur PT Astra International Tbk, yaitu
Sejahtera Bersama Daerah dan Bangsa.

Program terbaru yang ditempuj Astra untuk mempercepat kemajuan sekolah binaan adalah program Guru Muda Indonesia untuk sekolah binaan Kupang dan Rote sebagai upaya akselerasi sekolah unggul. Kehadiran guru-guru muda ini diharapkan menghasilkan
peserta didik yang berkualitas dalam bidang akademik, berkarakter positif dan mempunyai kecakapan hidup serta melestarikan seni budaya daerahnya. Penempatan Guru Muda tersebut di Kabupaten Kupang dan Rote Barat antara lain SDI Sahraen, SDI Bijaesahan,
SDN Oesusu dan SDN Retraen di Kabupaten Kupang.

Sedangkan di wilayah Rote antara lain
SDN Oenggaut, SDN Boa, SDI Andaiko, SDI Sedeoen, SDI Oenitas, SDN Manggis, SDN Rinalolon, SMPN 1 Rote Barat, SMPN 2 Rote Barat, SMPN 3 Rote Barat, dan SMPN Satap Boa. (bev/ol)