Dalgona Coffee dan Mocktail Sirup jadi Pilihan Bisnis Melkianus di Tengah Pandemi Covid-19

berbagi di:
img-20201128-wa0018

Melkianus sedang berjualan. Foto: Sinta/vn.

Sinta Tapobali

AKIBAT pandemi Covid-19, banyak orang mulai beralih profesi menjadi seorang pebisnis mulai dari bisnis online,makanan, minuman bahkan kuliner. Salah satu bisnis yang saat ini sedang digandrungi oleh banyak orang dan terutama anak muda adalah bisnis minuman dalgona coffee.

Meski bisnis ini lebih banyak digemari kaum muda, namun di Kota Kupang bisnis ini juga digemari oleh orangtua, salah satunya Melkianus Kome Balo.

Mekianus adalah salah satu orang yang dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja akibat dampak dari pandemi virus korona.

Karena merasa bosan dengan aktivitasnya di rumah, ia akhirnya memilih untuk berjualan minuman yang saat ini sedang tren di kalangan masyarakat yakni dalgona coffee.

Pada umumnya minuman dalgona coffee terbuat dari Nescafe dan jenis minuman instan lainnya namun khusus untuk Dalgona Coffee yang dijualnya ini, diracik sendiri sehingga memiliki varian rasa seperti taro, rasa cokelat, strawberry, red velfet dan coffee.

Selain dalgona Coffee, Ia juga meracik minuman yang dinamakan sirup mocktail dengan berbagai varian rasa di antaranya, rasa sirsak, melon, leci, jeruk dan rainbrow.

Usahanya ini berlokasi di depan BRI Cabang Oebobo, tepatnya di samping cabang masuk ke galeri kampung tenun Alor dan di buka mulai pukul 09.00 hingga 15.30 Wita.

Adapun harga dari masing-masing minuman baik itu dalgona coffee dan sirup mocktail dijual dengan harga yang terbilang cukup murah yakni Rp 10.000/cup.

“Harganya cuma Rp 10 ribu saja. Sehari target 10 cap saja. Tapi kadang kalau rame bisa sampe belasan dan dua puluh lebih cap yang laku,” ungkap lelaki 49 tahun ini.

Lebih lanjut dikatakannya, meski dalam sehari keuntungan yang ia peroleh dari usaha minumannya ini terbilang pas-pasan namun baginya cukup untuk menambah biaya kebutuhan dapur.

Mekianus sendiri memiliki 3 orang putri yang sudah berusia dewasa dan sudah memiliki pekerjaan masing-masing sehingga hasil dari usahanya ini sedikit dapat membantu istrinya untuk memenuhi kebutuhan dapur bagi keluarga kecil mereka.

Meski dirumahkan, Ia tetap merasa bersyukur karena masih mampu mencari nafkah bagi keluarganya melalui usahanya ini. Ia berharap usahanya ini dapat bertahan lama dan semakin diminati oleh masyarakat Kota Kupang. (Yan/ol)