Dampak dan Alih Fungsi Garam

berbagi di:
Herman Seran

Oleh Herman Seran
(Anggota Forum Academia NTT & Relawan J-RUK Kupang)

 

 

Pengembangan tambak ikan dan garam besar-besaran pesisir pantai wilayahNTT hendaknya tidak mengorbankan kelestarian ekosistem bakau atau Mangrove.Mangrove memiliki peran yang sangat krusial sebagai bufferzone ekosistem darat dan laut. Karena itu, secara anekdotal pantas disimpulkan bahwa perubahan rona ekosistem mangrove memiliki dampak yang besar dan penting. Karena itu, kajian kelayakan lingkungan yang berujung pada Ijin Lingkungan harus dilakukan sebelum kegiatan apapun yang melibatkan perubahan rona alam hutan bakau.

Global Ecol. Biogeogr (2014) 23,726 -743 menyebutkan setidaknya ada empat fungsi dari ekosistem Mangrove. Mangrove memiliki fungsi: carbon dynamics – export or sink, nursery, shoreline protection and land building capacity. Peran dinamika karbon mangroves adalah menangkap karbon dari udara, menyimpannya dan ketika mati tetap menyimpannya sampai terganggu oleh kejadian luar biasa. Kejadian luar biasa itu dapat secara alamiah maupun buatan manusia seperti pengeringan dan pengerukan yang membebaskan CO2 ke udara. Ekosistem bakau berperan sebagai tempat persemaian ikan, udang, kepiting dan tiram dalam air dan juga menjadi habitat berbagai macam burung, serangga, dan mamalia. Hutan bakau melindungi daratan dari badai di laut maupun gelombang tsunami. Hutan bakau juga memiliki fungsi sebagai bangunan tanah alamiah yang melindungi daratan dari naiknya muka air laut dan intrusi air laut.

Setidaknya ada tiga poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang berhubungan dengan perlindungan mangrove. Poin 13 SDGs berbicara tentang perang terhadap perubahan iklim. Poin 14 menyerukan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya laut. Sementara poin 15 meminta perlindungan, pemulihan dan promosi pemanfaatan berkelanjutan ekosistem terrestrial untuk memastikan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan. Setiap perubahan rona alam mangrove sebagai zona antara ekosistem laut dan darat akan berdampak besar dan penting bagi ekosistem darat dan laut baik secara lingkungan maupun sosial ekonomi.

Ketika hutan mangrove digusur untuk membangun tambak atau aktivitas ekonomi lainnya, maka saat yang sama carbon dioksida (CO2) yang terkubur betahun-tahun terekspos dan terlepas ke udara,sehingga memperburuk efek rumah kaca atau global warming. Pada saat yang sama, fungsi fungsi lingkungan mangrove untuk mengabsorbsi karbon menjadi terdegradasi. Perubahan iklim mikro dan global menjadi konsekuensi yang harus diterima akibat pembabatan hutanbakau tanpa mempertimbangkan peran lingkungannya.Alih-alih melaksanakan poin 13 SDGs yang menyerukan tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya, pembabatan justeru memperburuk perubahan iklim global.

Ekosistem mangrove merupakan tempat persemaian berbagai macam biota laut termasuk ikan, kepiting, udang, tiram dan juga flora dan fauna lainnya. Secara global ekosistem mangrove Indonesia merupakan 25% dari hutan bakau global. FAO mempublikasikan tahun 2007 bahwa 30 tahun terakhir alih fungsi lahan mangrove telah mengurangi sekitar 40% hutan bakaudi Indonesia. Padahal, hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% perkembangbiakan udang berkaitan erat dengan mangrove dan 30% ikan di lautan berkembangbiak karena kehadiran hutan bakau. Dengan demikian, degradasi hutan bakau akan berakibat pada perkembangbiakan produksi hasil laut. Sementara WWF memperkirakan nilai goods and services yang disediakan ekosistem mangrove sekitar US$86 miliar pertahunnya dalam bentuk perikanan, kepiting, udang, dan kerang-kerangan.
Nusa Tenggara Timur adalah nusantara mini yang secara geologis merupakan produk subduksi lempang Samudra Hindia di bawah lempeng benua Eurasia. Sebagai bagian dari the ring of fire, Flobamora sangatlah rentan terhadap bencana geologi termasuk tsunami, tanpa menafikan fakta bahwa badai tropis dari Samudera Hindia sangatlah jamak terjadi di Selatan NTT. Pengalihfungsianmangrove akan menurunkan tingkat ketahanan daerah pesisir terhadap serangan badai tropis dan gelombang tsunami. Para ahli membuktikan bahwa hutan bakau yang tertutup rapat dengan diameter 100 meter mampu mengurangi kekuatan gelombang hingga 20% dan secara eksponensial mencapai 75% jika mencapai 200 meter tebal. Bahkan penelitian tentang dampak tsunami di Sri Lanka menunjukkan bahwa di pesisir yang tertutup mangrove hanya terdapat dua kematian dibandingkan dengan 6000 kematian di sepanjang pantai yang terbuka langsung pada terjangan tsunami.

Peran mangrove keempat adalah sebagai struktur alami, yang berfungsi sebagai filter dan buffer antara ekosistem laut dan ekosistem darat. Akar mangrove yang menghasilkan gundukan tanah yang lebih tinggi dari dataran di belakangnya dan muka air laut menghambat intrusi air laut dan membendung kenaikan muka air laut ke dataran rendah. Pada saat yang sama hutan bakau melindungi terumbu karang dari sampah daratan yang terbawah ke laut. Para peneliti menginformasikan bahwa muka air laut telah naik 4 – 8 inchi dibandingkan dengan abad sebelumnya. Mangrove mampu menjaga agar pulau-pulau kecil serta daratan tidak tidak tergenangi oleh proses ini atau setidaknya terlindung dari banjir rob akibat gerhana bulan atau purnama total. Sebaliknya, sampah daratan terutama plastik dapat disaring oleh mangrove sebelum mengotori lautan dan merusak terumbu karang. Terumbu karang adalah sumber ikan yang hanya bisa bertumbuh baik pada laut yang bersih. Karena terumbu membutuhkan cahaya matahari yang optimal untuk fotosintesa. Merusak terumbu juga berarti merusak habitat ikan dan kehidupan nelayan pesisir.

Melihat betapa pentingnya hutan bakau bagi pulau-pulau NTT maka setiap usaha yang mengubah rona alam mangroveharusmelewati kajian dampak yang komprehensif. Mengulangi perintah Perpres No 51/2016, pemerintah provinsi wajib menetapkan Perda yang mengatur arahan tentang penetapan sempadan pantai yang memperhatikan karakteristik topografi, biofisik, hidroeseanografi pesisir, kebutuhan ekonomi dan kebudayaan setempat. Kabupaten/Kota juga harus menetapkan Perda Tataruang yang menetapkan batas sempadan pantai sebelum merusak lebih jauh mengrove demi tambak ikan maupun tambak garam.

Pengembangan tambak di kawasan mangrove sepantasnya tidak menurunkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, agar menjadi pembangunan yang berkelanjutan. Alih fungsi hutan bakau tidak boleh menghilangkan peran mangrove sebagai absorber dan penimbun CO2 yang mencegah pemanasan global. Fungsi mangrove sebagai nursery bagi berbagai macam flora dan fauna perlu dipertahankan. Demikian juga untuk melindungi masyarakat pesisir dari badai tropis dan gelombang tsunami, menyaring dan menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir maka kajian dan iperhitungkan matang adalah wajib. Tidaklah bijak ketika yang lain penanaman kembali mangrove sementara yang satu menghancurkannya tanpa ada kajian tentang trade off yang mumpuni.

Setiap upaya pembangunan bertujuan mensejahterakan bukan untuk menyengsarakan. Saatnya para pemangku kepentingan berpikir tentang pembangunan berkelanjutan sebagaimana amanat Dokumen Sustainability Development Goals(SDGs). Kalau harus dikorbankan sebagian hutan bakau, maka kursial untuk dipastikan ada dampak positif berkelanjutannya lebih besar dari kerugiannya. Positive trade off macam ini hanya terjadi jika pemerintah memiliki kebijakan yang komprehensif, dan pelaku industri bekerja secara profesional.

Akselerasi pembangunan NTT perlu tetapi pembangunanberkelanjutan dengan daya dukung lingkunganyang memadailah yang terutama. Mangrove adalah salah satu mata rantai yang integral dari ekonomi, sosial dan lingkungan pesisir. Menghancurkanmangrovesama dengan memutuskan satu mata rantai kehidupan pesisir.Laksana berkendaraan, untuk bisa berlari cepat pengemudimembutuhkan indikator dashboard yang bekerja sekaligus rem dan kemudi. Untuk mempercepat pembangunan secara berkelanjutan setiap pemangku kepentingan membutuhkan indikator yang jelas, sekaligus rencana pengelolaan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan. Kiranya, pengemudi tidak memacu kendaraan pembangunan tanpa berpikir tentang indikator, rem dan kemudi pembangunan itu sendiri.