Danau Kelimutu Harus Bersih

berbagi di:
1a

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Wabup Ende Djafar H Achmad dan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man berjalan kaki menuju tempat diadakan ritual adat di puncak Danau Kelimutu, Rabu (14/8). Foto: Son Bara/VN

 

 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan pentingnya menjaga kebersihan di lokasi wisata seperti Danau Kelimutu.

Ia mengatakan pembangunan sektor pariwisata harus memenuhi berbagai standar dan salah satunya adalah kebersihan.

“Ini salah satu hal kecil yakni soal kebersihan yang akan menjadi persoalan besar jika kita tidak tangani sejak awal. Saya ingatkan kepada Balai TNK Kelimutu sebagai pengelola, harus bisa menciptakan kawasan pariwisata yang bersih,” tegas Gubernur VBL saat hadir dalam ritual adat “patika du’a bupu ata mata” (memberi makan leluhur) yang menjadi acara puncak Festival Danau Kelimutu, Rabu (14/8) kemarin.

Seluruh elemen, kata dia, harus menjaga kebersihan seluruh kawasan Danau Kelimutu.

“Sepanjang jalan ke sini saya lihat banyak puntung rokok, sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya. Ini harus menjadi cacatan bersama bagi kita baik pelaku usaha, pengunjung, dan pengelola untuk menjaga kawasan Danau Kelimutu agar tetap bersih,” ujarnya.

VBL menambahkan akan dibangun rumah makan berkelas bintang lima. “Ini pebting agar kita sajikan menu makan kepada pengunjung sesuai makanan khas mereka. Namun, perlu kita ingat bahwa rantai suplai kebutuhan untuk rumah makan harus diambil dari masyarakat lokal di desa-desa sini untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Kelimutu,” katanya.

Pemprov, kata dia, akan membantu dana dan juga membangun relasi dengan investor untuk merealisasikan pengembangan kawasan Kelimutu demi kesejahteraan masyarakat lokal.

Wakil Bupati Ende, H Djafar H Achmad dalam sambutannya, mengapresiasi berbagai langkah dan kebijakan yang sudah dan akan diambil Gubernur VBL untuk memajukan pariwisata di Ende.

“Saya mewakili masyarakat Kabupaten Ende menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT. Pemkab Ende juga mengapresiasi berbagai langkah yang akan diambil gubernur dalam mempercepat serta mengembangkan event ini menjadi lebih besar dan berdampak bagi masyarakat. Ke depan kami akan terus berbenah dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinai dan kementerian terkait untuk memajukan sektor pariwisata,” katanya.

Ke depan, lanjut dia, akan dikembangkan pula wisata berkuda dengan memberdayakan masyarakat yang berada di desa-desa penyangga Danau Kelimutu.

“Satu hal penting seperti yang disampaikan Gubernur bahwa kita harus menjaga dan melestarikan adat dan budaya yang kita miliki, menjaga kebersihan di semua lokasi wisata,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Ende, Ericos Emanuel Rede kepada VN mengatakan, sebagai wakil rakyat ia mengapresiasi Pemkab Ende dan Pemprov NTT yang gigih mengembangkan sektor pariwisata dengan upaya pelestarian adat dan budaya.

Ia meminta seluruh masyarakat mendukung langkah pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata demi peningkatan ekonomi masyarakat.

Pantauan VN di lokasi kegiatan, hadir dalam puncak Festival Danau Kelimutu itu sejumlah pimpinan OPD Pemprof NTT, Sekda Ende Agustinus G Ngasu, Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, pimpinan OPD Pemkab Ende, para mosalaki serta para wisatawan.

Guberbur VBL bersama rombongan tiba di pelataran Danau Kelimutu pukul 07.30 Wita. Sebelumnya Gubernur dan rombongan menginap di Kecamatan Moni, di kali Gunung Kelimutu. Setelah tiba di pelataran Danau Kelimutu, Gubernur VBL dan Wabub Ende memasuki rumah adat yang dikhususkan bagi laki-laki. Sebelum memasuki rumah adat, keduanya menjalani ritual adat dengan menginjak telur ayam. (mg-15/D-1)