Data Sampel Swab Dinkes NTT tidak Jelas

berbagi di:
david-alexander-mandala

 

David Mandala
Sekretaris Dinkes Provinsi NTT

 

 

 

Maykal Umbu

 
ADA yang membingungkan dari data yang rilis Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan Provinsi pada Sabtu (20/2) kemarin.

Dalam rilis yang diteken Sekretaris Dinas Kesehatan David Mandala itu, menyebutkan tambahan 144 kasus positif baru di NTT diperoleh setelah melakukan pengujian 474 specimen sampel. Namun, dalam data sampel, tidak menunjukkan adanya perubahan.

Data tersebut tertera total specimen sampel yang dikirim untuk diuji sebanyak 20.528 sampel. Sebanyak 12.186 specimen dinyatakan negatif dan 6.482 terkonfirmasi positif Covid-19. Tercatat 1.860 speciemen sampel swab yang belum ada hasil.

Data kemarin itu, persis sama dengan data yang dirilis pada Jumat (19/2). Membingungkan karena tidak ada penjelasan soal 474 sampel yang diuji Sabtu (20/2) tersebut. David Mandala yang dikonfirmasi kemarin malam setelah mendapat rilis daya tersebut, tidak merespons.

Ke-474 sampel yang diperiksa yakni tersebut yaitu PCR RSUD WZ Johannes 282 spesimen berasal dari Kota Kupang 71 orang, TTS 63 orang, Flotim 47 orang, Kab. kupang 32 orang, Ngada 20 orang, Lembata 17 orang.

PCR RS Wirasakti 17 spesimen berasal dari Kota Kupang 14 orang, Kab. kupang (2) dan Rote Ndao (1). Kemudian, TCM 27 orang yakni Manggarai (17), Manggarai Barat (7) dan Ende (3). Selanjutnya, Pool PCR 102 spesimen yakni Kota Kupang 30 orang, Kab. kupang (43), Alor (20), dan Lembata (9). Mobile RSJ Naimata menguji 46 spesimen semuanya dari Kota Kupang.
Sebelumnya dilansir koran ini, dalam rilis Dinkes Provinsi NTT terkait masih ada 1.860 speciemen sampel swab yang belum ada hasil, Dinkes juga tidak pernah menjelaskan apakah angka 1.860 itu adalah total sampel yang sudah dilakukan uji dan hasilnya belum diketahui, ataukah sampel-sampel itu belum diperiksa, serta sampel- sampel berasal dari daerah mana saja.

Bahkan Progres Mobil Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan Kemenkes lewat Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk NTT, yang sudah beroperasi Rabu (17/2), tidak didata.
Padahal, kehadiran mobil tersebut menurut Ahli Analis Kesehatan Lingkungan BBTKLPP Surabaya, Joko Kasihono bertujuan untuk meminimalisir penumpang sampel di Lab RSUD WZ Johannes Kupang yang dikirim dari daerah. (R-2/yan/ol)