Dekranasda NTT Pembina Teladan Terbaik Nasional

berbagi di:
69794686_649836048753270_1077038310183927808_n

Ketua Dekranasda ProvinsiNTT, Julie Laiskodat (kanan) pose bersama Ketua Dekrnasda Kabupaten Belu, Vivian NG Lay usai menerima penghargaan di Jakarta, kemarin.

 

 

Dalam acara Kriyanusa Pameran Kerajinan Nusantara Tahun 2019, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menganugerahkan Dekranas Awards kepada Dekranasda Provinsi NTT sebagai pembina teladan terbaik.

Penghargaan atas prestasi pendampingan dan pembinaan pengrajin lokal itu diberikan langsung oleh Ketua Dekranas, Hj Mufidah Jusuf Kalla kepada Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam acara tersebut di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.

Ketua Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla berharap produk kerajinan Indonesia memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Maka itu, ia meminta kepada Dekranasda untuk terus membina para perajin agar dapat mengembangkan produk unggulan daerahnya masing-masing.

“Saya harap produk kerajinan semakin maju sehingga dapat menembus pasar global lebih besar lagi,” katanya.

Penghargaan untuk NTT dan Kabupaten Belu.

Industri kerajinan, terangnya, merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat dan berkembang hampir di seluruh pelosok Tanah Air mulai dari skala kecil sampai menengah. Industri tersebut, menurut dia, memiliki peranan dalam perekonomian nasional.

“Oleh sebab itu, produk kerajinan bisa menjadi andalan mata pencaharian terutama dengan pemanfaatan sumber daya lokal,” ucapnya.

Mufidah mengatakan, bahwa penting dilaksanakan Dekranas Awards untuk pembina teladan yang bertujuan dalam memotivasi para pembina untuk membina para perajin di daerahnya.

“Saya harapkan dengan Dekranas Awards ini akan tumbuh pelaku-pelaku kriya yang baru serta kriya-kriya yang kreatif dan berkualitas di daerah yang akan meningkatkan kesejateraan perajin, dan akhirnya akan mendukung pengembangan perekonomian di daerah tersebut.

Secara terpisah, Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan bahwa Dekrasnada di NTT sangat solid dan kompak. Program yang dilakukan untuk mengembangkan kerajinan asal NTT tidak hanya difokuskan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota, tapi juga menyentuh ke tingkat desa.

“Menurut kami potensi itu bukan ada di kota, (tapi) ada di desa. Kami mau produk-produk desa dikembangkan,” ungkapnya.

Iamengatakan NTT memikiki banyak perajin dengan beragam hasil produk daerahnya, mulai dari makanan khas NTT, kerajinan tangan hingga kain tenun.

“Kerajinan tangan kami (ada yang diekspor) ke Korea. Tenun kami sempat ke Norwegia, New Zealand. November nanti kami akan ke London,” ujarnya.

Tantangan dalam mengembangkan produk kerajinan di daerah, dikatakannya, meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Maka itu, saat ini pihaknya tengah terus meningkatkan kualitas SDM di NTT agar kualitasnya bisa setingkat nasional atau bahkan internasional. (mi/R-4)