Demo Tolak Omnibus Law Berlangsung Anarkis, Polisi dan Dewan Dilempari Batu

berbagi di:
foto-hal-01-salah-seorang-pendemo-di-amankan-polisi-di-duga-melakukan-pelemparan-batu-saat-aksi-demo-menolak-uu-omnibuslaw-oleh-organisasi-mahasiswa-cipayung-di-depan-dprd-ntt-jumat9-10nahor-1

 

Salah seorang pendemo diamankan polisi saat terjadi kericuhan dalam aksi demo menolak Omnibuslaw oleh Organisasi Mahasiswa Cipayung di depan DPRD NTT, Jumat (9/10). Foto:Nahor Fatbanu/vn.

 

 

Simon Selly & Yapi Manuleus

 

AKSI anarkis terjadi dalam demo mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus (PMKRI, GMKI, GMNI, HMI, PMII, dan organisasi mahasiswa lain) di depan gerbang masuk gedung DPRD NTT, kemarin.

Ratusan anggota kepolisian mengenakan tameng lengkap yang berjaga-jaga di gerbang masuk DPRD NTT, sempat kewalahan mengawal. Situasi dari menit ke menit makin panas sehingga terjadi saling dorong antara mahasiswa denga polisi.

Bahkan terjadi aksi lempar batu dari para demonstran ke arah polisi. Dan batu nyaris mengenai Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni dan Wakil Ketua I Ince Sayuna yang hendak menemui pendemo di depan pintu pagar utama, Jalan El Tari Kupang.

Sontak dua orang yang diduga melakukan aksi pelemparan batu langsung diciduk dari tengah-tengah kerumunan masa oleh beberapa anggota Intel dan langsung diamankan ke dalam gedung kantor DPRD NTT.

Sekitar pukul 16.00 Wita, sebanyak 14 perwakilan dari mahasiswa dipersilakan masuk ke dalam kantor dan diterima Ketua DPRD NTT Emi Nomleni dan didampingi Wakil Ketua I DPRD NTT Inche Sayuna.

Dalam pertemuan yang memakan waktu hingga kurang lebih dua jam lamanya tersebut, para perwakilan Mahasiswa tersebut menuntut tiga poin dari aksi mereka. Pertama, mahasiswa menutut agar mencabut UU Omnibus Law, poin yang kedua mendesak presiden agar mengeluarkan Perppu. Serta poin yang ketiga mendesak DPRD NTT menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI terkait aksi mereka yang menolak UU Omnibus Law karena mereka menilai UU tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil.

Ketua DPRD NTT Emi Nomleni mengaku siap menerima semua aspirasi dari mahasiswa untuk selanjutnya diteruskan ke DPR RI. “Kita diskusi di sini tidak akan menyelesaikan persoalan. Jadi tolong percayakan kepada kami. Mulai hari Senin ini kita akan bawa persoalan yang teman-teman inginkan ke pusat untuk ditindak lanjuti bersama,” katanya.
Sementara Wakil Ketua I Ince Sayuna mengaku menyambut baik aksi para mahasiwa menyampaikan aspirasi. Ia juga mengaku semua rekomendasi dari para mahasiswa akan segera dikirim ke DPR, bahkan Presiden.

“Seluruh anggota dan pimpinab DPRD harusnya tidak ada di tempat, kami sedang melakukan kunjungan kerja di kabupaten kota. dan hari ini kebetulan kami dengar ada demonstrasi dan kami dikontak oleh Sekwan maka kami berdua dengan segera bersedia untuk menerima adik-adik. Ini kan juga untuk perjuangan masyarakat,” ujarnya.

Aksi demo tersebut dikawal 300 personil gabungan dari Polres Kupang Kota dan Polda NTT. Dua mobil waterrcanon juga disiagakan.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti mengaku kalaupun sempat terjadi aksi saling dorong, namun pada akhirnya demonstrasi berjalan dengan baik.

“Syukur aksi ini bisa berjalan dengan baik, selain itu aman dan kondusif hingga berakhirnya demonstrasi dengan kesepakatan antara perwakilan massa yang menyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua DPRD NTT ibu Emi,” ungkap Kapolres. (mg-25/mg-22/C-1)