Desa Mata Air Lakukan Terobosan di Tengah Pandemi Covid-19

berbagi di:
Benyamin Kanuk Kepala Desa Mata Air

Sinta Tapobali

DESA Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, telah dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Turangga NTT oleh Kapolri yang dilakukan Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Kamis 9 Juli lalu. Sebagai kampung Tanggu Turangga, Desa Mata Air terus melakukan terobosan baru.

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk, kepada VN Senin (27/7) pagi menuturkan, pencanangan desa yang dipimpinnya sebagai Desa Tangguh Turangga dikarenakan warga desa dan pemerintah Desa Mata Air dianggap mampu mengatasi dampak Pandemi Covid-19 baik dari aspek kesehatan maupun aspek ekonomi.

Sejak pandemi Covid-19 maret lalu, pendapatan warga desa dari sektor Pariwisata sempat turun karena ditutupnya Pantai Sulamanda. Kendatipun demikian, pemerintah desa terus membantu masyarakat dengan memberi motivasi di berbagai kesempatan agar menjadi masyarakat tangguh menghadapi Covid-19 ini melalui Revolusi 5P yakni pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata.

“Walaupun karena situasi sektor pariwisata tutup saat itu, tapi masih ada 4P yang lain, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan itu masih basa dijangkau oleh masyarakat. Sehingga kami tetap tangguh walaupun adanya pembatasan ini,” ujarnya.

Terobosan Baru
Sejak 15 Juni lalu dibelakukan kehidupan “New Normal” sehingga Pantai Sulamanda dibuka kembali. Terobosan yang dilakukan Pemdes Mata Air guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di era “New Normal” yakni dengan membangun lopo-lopo dan kios-kios yang digunakan sebagai tempat penjualan hasil pertanian dan industri rumah tangga kepada pengunjung. Pembangunan lopo-lopo dilakukan tanpa menunggu APBD Kabupaten Kupang.

“Tiga minggu setelah dibuka kembali Pantai Sulamanda, penghasilan masyarakat kembali normal. Saya sudah cek penghasilan mereka, ekonomi masyarakat sudah mulai membaik setelah pembukaan pintu masuk Pantai Sulamanda pada 15 Juni lalu,” Ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat menjalani hidup normal baru dengan tetap menerapkan porotokol kesehatan dengan menjaga situasi, keindahan dan kenyamanan pantai bagi pengunjung. Sehingga ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, kata dia, komitmen bersama untuk tetap menjalankan Revolusi 5P itulah tetap dipertahankan, sebab revolusi itulah yang membuat masyarakat Mata Air tetap tanggu dan ditunjuk Kapolri mewakili NTT menjadi Kampung Tangguh Turangga. (yan/ol)