Destinasi Wisata Baru NTT, Empat sudah Diresmikan Tiga Menyusul

berbagi di:
IAP DIRESMIKAN: Sembilan unit lopo wisata alam Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) siap diresmikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto:megi fobia/vn

 

 

SIAP DIRESMIKAN: Sembilan unit lopo wisata alam Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) siap diresmikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto:megi fobia/vn

 

Kekson Salukh & Megi Fobia

EMPAT dari tujuh destinasi wisata baru yang dikembangkan Pemerintah Provinsi NTT sudah diresmikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Sementara tiga lainnya siap diresmikan.

Empat destinasi yang sudah diresmikan itu adalah Pantai Liman (Semau-Kabupaten Kupang), Mulut Seribu (Rote Ndao), Kampung Lamalera (Lembata), dan Moru (Alor). Sedangkan tiga lainnya yang siap diresmikan, yakni wisata alam Fatumnasi (TTS), Kelimutu (Ende), dan Kampung Adat Praimadita (Sumba Timur).

“Tidak diagendakan khusus karena mengikuti agenda kunjungan kerja Pak Gubernur. 11 Agustus ini peresmian di Ende (Kelimutu). Fatumnasi kapan saja bisa karena sudah selesai dibangun. Hanya tunggu waktu Gurbernur. Sedangkan Sumba (Kampung Adar Praimadita) akan disesuaikan dengan kunjungan Gubernur ke sana,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Wayan Darmawa di kantornya, Selasa (4/7) siang.

Setelah peresmian destinasi wisata baru, ungkap Wayan, fokus Pemprov adalah mempercepat pengembangan ekosistem pariwisata untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Ia mengaku mendorong pemanfaatan rumah masyarakat sebagai homestay, dan kawasan pertanian menjadi agrowisata.

Di tempat yang sama, Plt Kadis Pariwisata Rote Ndao Jermi Haning menjelaskan, setelah diresmikan pertengahan Juni lalu, Dinas Pariwisata Rote Ndao kini sedang menyiapkan sembilan orang tenaga kerja untuk mengelola homestay Victory di Mulut Seribu.

“Kemarin pelatihan soal homestay dan hari ini (kemarin) kami pelatihan Bahasa Inggris. Pemkab Rote Ndao sudah menempatkan tenaga untuk mengelola empat cottage dan satu restoran Victory,” ucapnya.

 
Siap Diresmikan

Sementara itu, sembilan lopo wisata alam Fatumnasi di TTS, siap diresmikan. sembilan lopo itu dibangun dengan bahan lokal. Beratapkan ilalang dan berdinding bambu.

Sembilan lopo itu terdiri dari empat lopo, empat kotis dan satu restoran yang dilengkapi dengan berbagai penunjang.

“Fisik sudah 100 persen. Minggu (2/8) kemarin, tim dari Pemprov lakukan pemeriksaan fisik. Masih ada sisa pekerjaan seperti pemasangan pipa pembuangan dan hari ini sudah bisa selesai,” tutur pengelola wisata alam Fatumnasi, Matheos Anin dan kepala tukang Saul Solumodok di Fatumnasi, kemarin.

Dikatakannya, pengembangan wisata alam Fatumnasi menelan anggaran Rp1,25 miliar. “Bangunan sudah 100 persen dan siap diresmikan. Atap alang-alang didatangkan dari TTU, Kupang, Belu dan sebagian dari TTS. Ini pekerjaan swakelola tetapi ada konsultan pengawas dari Kupang Ony Tapatab,” jelasnya.

Matheos menjelaskan meski pekerjaan sudah 100 persen, namun masih ada anggaran Rp187 juta atau 15 persen dari total anggaran Rp1,25 miliar belum dicairkan. Sistem pekerjaan swakelolah akan tetapi pihaknya juga butuh pihak ketiga untuk bahan non lokal. Jika sisa anggaran 15 persen dicairkan maka akan diperhatikan pos-pos untuk biaya tukang sesuai RAB.

Terpisah kepala tukang Saul Solumodok, didampingi anggotanya, Ricen Anin, Monsen Taklale, Eliaser Bay, Martinus Olla, Soleman Nahas, Hermanus Kehi, Martinus Nana, Dominikus Obe, Timotius Kase ketika ditemui di Fatumnasi, menjelaskan pekerjaan sudah 100 persen dan siap untuk diresmikan. (E-1/ol)