Destinasi Wisata Penuhi Protokol Kesehatan

berbagi di:
foto-hal-02-polhum-wagub-ntt-051120

Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nai Soi usai melakukan kunjungan ke tiga destinasi unggulan di Kabupaten Manggarai Barat menyempatkan diri foto di salah satu spot foto di destinasi wisata tersebut, kemarin. Foto: Humas Pemprov NTT

 

 

 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Joseph Nae Soi, mengunjungi tiga destinasi wisata unggulan di Kabupaten Manggarai Barat. Dalam kunjungan tersebut, Wagub JNS menegaskan agar semua sarana-prasarana wisata memenuhi standar protokol keselamatan, kesehatan dan keamanan.

Tiga destinasi unggulan yang dikunjungi oleh Wagub JNS yakni destinasi yang berada di pulau Padar, Komodo, dan Pulau Rinca. Kunjungan itu dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan rapat koordinasi simulasi keamanan dan keselamatan destinasi pariwisata yang dilaksanakan sebelumnya, Senin (2/11), di aula Kantor Bupati Manggarai Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub memantau langsung beberapa titik yang akan menjadi pusat kegiatan simulasi protokol keamanan dan keselamatan destinasi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, yang akan dilaksanakan pada 12 November mendatang.
Saat kunjungan tersebut, Wagub JNS juga menegaskan tentang kesiapan berbagai fasilitas pendukung seperti ketersediaan rambu-rambu, mercusuar dan jalur evakuasi yang harus segera dirampungkan sebelum 10 November.

Semua rambu harus secepatnya siap dan rambu-rambu tersebut harus disajikan atau ditulis dalam berbagai bahasa internasional, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, Jerman, Rusia, Spanyol, Prancis dan Arab.

“Hal ini menjadi tanggung jawab bersama BNPB, BASARNAS, BMKG, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” kata Wagub JNS, kemarin.

Selain itu, Wagub JNS melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek pengembangan jalan raya di sepanjang ruas Jalan Gorontalo menuju Kampung Nggoer dari Dusun Laik, Desa Golo Mori, yang terletak di selatan Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kawasan itu yang akan dikembangkan tersebut berjarak 30 kilometer dari Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam kunjungan itu, Wagub JNS menemukan 15 kilometer dari ruas jalan tersebut yang masih dalam keadaan rusak parah. Ruas jalan yang rusak ini, termasuk keseluruhan jalan yang akan dilintasi oleh para tamu termasuk para kepala negara sebagai peserta KTT G-20.

“Harus segera diperbaiki dan diperlebar, dalam rangka mendukung pengembangan kawasan Kawasan Unggulan Pusat Pariwisata Baru di Labuan Bajo, serta menjadi Kawasan Super Premium,” pinta Wagub JNS.
Pada pusat kawasan ekonomi baru tersebut, rencananya akan dibangun beberapa hotel berbintang sebagai akomodasi yang representatif bagi para tamu terhomat dari berbagai negara.

Ia menegaskan kepada Kepala Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III NTT (Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada Gako), Yanuar Dwi Putera, untuk segera memulai pelaksanaan proyek pengembangan ruas jalan tersebut.

Hal itu sebagai penunjang suksesnya agenda kegiatan bertaraf internasional pada tahun 2023 mendatang, sekaligus dengan hadirnya kawasan tersebut akan memberi dampak ekonomis bagi masyarakat lokal.

“Untuk itu seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) harus meresponsnya dengan kerja keras demi menyukseskan kegiatan tersebut,” sebutnya.

Kunjungan Wagub JNS tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, Kadis Pariwisata Wayan Darmawan dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Thomas Bangke, serta jajaran dari Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah III NTT. (*/mg-22/R-2)