Dewan Minta Dinas PUPR Perhatikan Proyek Selokan

berbagi di:
foto-hal-06-metro-selokan-liliba-230919

Material untuk pembangunan selokan di wilayah RT 20/RW 05 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang menguasai badan jalan, sehingga pengguna jalan harus berhati-hati saat melewati jalan tersebut. Gambar diabadikan, kemarin. Foto: Yapi Manuleus/VN

 

Yapi Manuleus

Anggota DPRD Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang khususnya Dinas pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperhatikan pekerjaan proyek pembuatan selokan di Kelurahan Liliba.
Jangan sampai pekerjaan proyek tersebut berlarut-larut dan akhirnya membuat warga sekitar maupun para pengguna jalan di wilayah itu resah, bahkan menggangu aktivitas warga setempat setiap hari.

Anggota DPRD Yuven Tukung, kemarin, mengatakan, di satu sisi proyek pembangunan selokan tersebut merupakan jawaban terhadap permintaan warga setempat. Namun di sisi yang lain, kontraktor harus juga memperhatikan kepentingan masyarakat setempat, sehingga proyek itu tidak mengganggu aktivitas warga.

“Manakala tumpukan material untuk pelaksanaan proyek tersebut dapat membuat masyarakat tidak nyaman dan cenderung resah, perlu dipikirkan alternatif penumpukan material, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Yuven Tukung.

Sebelumnya, warga Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang meminta Pemerintah Kota Kupang maupun kontraktor pelaksana proyek pembuatan selokan di wilayah RT 20/RW 05 kelurahan tersebut, untuk secepatnya menyelesaikan pelaksanaan proyek tersebut.

Warga akhirnya merasa resah, akibat pekerjaan proyek itu sudah lama, namum hingga kini belum selesai. Para pekerja yang mengerjakan proyek itu pun hanya dua minggu sekali mendatangi lokasi proyek itu. Padahal, jelas-jelas proyek itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar maupun para pengguna jalan.

Salah satu Ketua RT yang tidak mau disebutkan namanya saat diwawancarai VN, pada Kamis (19/9), tepat di jalan tersebut mengaku proyek itu sangat mereka harapkan, karena selama ini mereka selalu mengusulkan adanya proyek tersebut. Namun dia sangat menyesalkan, karena pengerjaannya dinilai sangat lambat.

“Jangan sebut nama saya kaka karena tidak enak, saya kan ketua RT juga dan ini kami yang mengusulkan karena kalau hujan itu di sini banjir parah. Tapi kan sudah lama kerja, tapi belum habis-habis ini. Ampir setiap hari kita lihat orang celaka di sini dan macet karena jalan sempit ini. Baru tambah lagi orang kerja ini dua minggu begitu baru mereka datang kerja, ini ada apa ini. Kapan baru bisa selesai kalau begini,” kata sang Ketua RT.

 
Cepat Selesai

Ia berharap agar proyek tersebut bisa cepat diselesaikan, sehingga tidak mengganggu warga sekitar. Karena debu yang berterbangan dapat menyebarkan virus yang menjadi biang penyakit bagi anak-anak di wilayah itu. Apalagi, proyek itu sangat mengganggu kenyamanan para pemakai jalan tersebut.

Sementara itu, Beni Ataupah, salah satu pengendara yang melintasi jalan tersebut, yang ikut diwawancarai VN, mengaku sangat menyesalkan dengan tumpukan material yang menutupi sebagian jalan itu, karena sangat mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut.

“Saya tidak kritik ini pekerjaan, tapi ini tumpukan batu kali dengan pasir ini yang sangat mengganggu kalau kita lewat. Mereka tumpuk ni kasi setengah jalan memang jadi setengah mati kalau lewat di sini,” kata Beni.

Lurah Liliba Victor Makoni yang sempat di konfirmasi VN beberapa waktu yang lalu di kantor kelurahan setempat terkait proyek selokan jalan tersebut, mengatakan, selokan itu sudah diusulkan semenjak zaman Wali Kota Kupang Jonas Salean tapi baru kali ini usulan itu berhasil.

Ia berharap agar warga sekitar tetap tenang dan tidak membuat gaduh, karena proyek itu juga akan cepat selesai. Apalagi, proyek itu pun untuk kepentingan warga setempat.

Pantauan VN di lokasi itu, tampak material berupa pasir, batu kali, kerikil serta batu karang masih menumpuk di pinggir jalan yang hampir membagi dua jalan. Tampak juga sebuah viber air berwarna merah tua dan beberapa drum masih berada di pinggir jalan itu. (mg-25/R-2)