Dewan Minta Mobil Penyapu Sampah Dijual, Wakil Wali Kota: Tanya Ke Pak Wali Kota Saja

berbagi di:
img-20200708-wa0042

 

 

 

 

Yapi Manuleus

Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang menilai mobil penyapu sampah yang bernilai miliaran rupiah tidak efektif menyelesaikan persoalan sampah di Kota Kupang.

Fraksi Golkar meminta Pemerintah Kota Kupang untuk mengkaji ulang bahja  disarankan untuk dijual. Hasilnya bisa untuk membeli armada atau truk sampah di Kota Kupang.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man yang coba dikonfirmasi VN, Kamis (9/7) siang mengatakan sebaiknya persoalan mobil penyapu sampah ditanyakan ke Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore.

“Itu tanya pak Wali Kota saja, perkembangannya tanya Pak Wali Kota saja,” jelas Herman.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Yeri Padji Kana hingga saat ini belum memberikan tanggapannya terkait permintaan tersebut meski telah dihubungi VN.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang Jemari Yoseph Dogon sekaligus anggota Pansus kepada awak media di ruang Fraksi Golkar Kantor DPRD Mota Kupang, Selasa (7/7) mengatakan masih banyak wilayah di Kota Kupang seperti ruas jalur 40 yang hingga kini masih dipenuhi aneka jenis sampah yang berserakan dimana-mana, sehingga armada sampah maupun tempat sampah sangat dibutuhkan di lokasi-lokasi tersebut.

“Kami punya tugas jelas yaitu melakukan cross chek and rechek tentang kondisi dan keadaan semua aset yang dimiliki oleh Pemkot Kupang termasuk mobil penyapu jalan, apabila tidak difungsikan maksimal maka kita harap Pemkot pertimbangkan lagi sebab masih banyak persoalan sampah di Kota Kupang yang belum teratasi dengan baik hingga kini,” ungkapnya.

Menurutnya, mobil penyapu jalan harus bisa dimanfaatkan maksimal.

“Kota Kupang ini ada 51 kelurahan 6 kecamatan. Kalau memang kemarin itu alat mobil sampah diperuntukan khusus untuk jalan-jalan protokol, ya kita tidak mungkin omong itu, tapi yang kita maksudkan mobil itu harus ke Sikumana, Naimata, Naioni, itu yang kita harapkan. Tapi kalau tidak bisa, itu yang saya bilang tidak berfungsi maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kupang harus menambah armada sampah ke lokasi-lokasi tersebut.

“Saya ambil contoh bukan saya ada di dapil tersebut tapi sepanjang jalur 40 dari Penfui sampai Fatukoa itu banyak sampah. Saat kami reses, masyarakat selalu sampaikan Bapak ini tempat sampah di sini dimana. Kami mau buang sampah dimana. Akhirnya mereka buang saja di Jalur 40,” jelasnya.

Ia menambahkan jika memang armada sampah di Kota Kupang banyak kekurangan atau kerusakan, Pemkot Kupang harusnya menjual mobil penyapu jalan tersebut untuk bisa menambah armada sampah sehingga semua sampah di Kota Kupang bisa teratasi dengan baik.

“Karena sekarang untuk bangun tempat sampah masyarakat tidak mau, itu yang saya tahu, alasannya terlambat angkut itu yang mereka ribut. Jadi, kalau hanya harap mobil penyapu jalan itu saja bagi mereka yang lewat jalan protokol itu iya, tapi bagi yang di Sikumana dan sebagainya itu yang tidak maksimal,” jelasnya. (bev/ol)