Di Tengah Keterbatasan, BDR SMPN 3 Berjalan Lancar

berbagi di:
img-20200930-wa0023

 

 

 

Sinta Tapobali

 
PROSES belajar dari rumah (BDR) di SMPN 3 Kupang hingga saat masih berjalan kondusif meski di tengah keterbatasan.

Wakil Kepala Sekolah bagian Kehumasan, Yospri Lodoh mengatakan bahwa proses BDR di SMPN 3 Kupang saat ini sedang memasuki proses penilain tengah semester atau mid semester.

Menurutnya, dalam proses BDR, SMPN 3 tentu mengalami banyak tantangan dan hambatan. Namun semuanya dapat diatasi dengan mencarikan solusi terbaik agar proses BDR dapat berjalan lancar.

Dalam proses BDR, para siswa didukung dengan fasilitas berupa HP Android dan paket data yang merupakan bantuan dari Kementerian.

“Untuk paket data sudah ada bantuan dari Kementerian sekarang dalam proses distribusi meliputi dua operator yaitu Telkomsel bantu 450 siswa dan XL bantu 700 siswa. Untuk XL
sudah diberikan 500 dan 200 sementara di follow up ke XL dan sementara dalam pengajuan,” jelasnya.

Sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki HP dianjurkan untuk join dengan teman lainnya yang memiliki HP atau diarahkan untuk mengumpulkan tugasnya di wali kelas atau guru BK dan selanjutnya akan diserahkan ke guru mata pelajaran.

“Solusi yang diberikan untuk mereka yang tidak memiliki Hp, bisa join dengan teman yang mempunyai HP atau mengumpulkan tugasnya di Wali kelas atau Guru BK dan akan menyerahkan ke Guru Mapel,” tambahnya.

Menurutnya, siswa selama mengikuti proses BDR tentu mengalami kejenuhan yang tinggi, sehingga terkadang terjadi penurunan intensitas belajar. Untuk mengantisipasi hal ini maka setiap guru mata pelajaran harus kreatif membuat metode pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi para siswa dalam mengikuti pembelajaran online atau daring.

“Siswa mengalami tingkat kejenuhan, kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang terindah untuk peserta didik mereka dalam berinteraksi baik itu bermain, belajar dan berkompetesi. Namun hanya karena pandemi membuat ruang tersebut tidak ada sehingga dari hasil evaluasi di minggu ini ada penurunan. Solusinya guru mata pelajaran di sekolah harus berkreasi dan membuat metode-metode menarik sehingga ada motivasi internal siswa dalam mengikuti KBM Online, meski tidak sempurna tapi pihak sekolah terus berinovasi,” ungkapnya lagi.

“Dalam Kelas Virtual pihak sekolah sepakat menggunakan Google Classroom, sehingga penilaiannya langsung menggunakan Google Form sehingga anak-anak langsung dapat melihat hasil dan jawabannya sehingga mereka bisa langsg melakukan Remidial, untuk yang Luring atau luar jaringan nilainya di infokan melalui Wali kelas,” pungkasnya. (Yan/ol)