Diduga Tertindih Reruntuhan Rumah Tua, Seorang Kakek Meninggal Dunia

berbagi di:
img-20210303-wa0020

 

Jasad Simon Seu, korban meninggal akibat tertindih runtuhan rumah.

 

 

 

Gusty Amsikan

 

 

SIMON Seu, (81), warga Kampung Loel, RT 008, RW 004, Desa Fafinesu C, Kecamatan Insana Fafinesu ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya akibat tertindih tembok rumah yang roboh. Korban ditemukan pada Rabu (3/3) sekitar pukul 09.00 Wita oleh anak dan menantunya yang berkunjung ke rumah korban. Kuat dugaan, peristiwa robohnya tembok rumah, yang mengakibatkan korban tertindih hingga meninggal dunia, terjadi pada Selasa (2/3) sekira pukul 23.00 Wita, lantaran pada saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan pada Rabu (3/3) sekira pukul 08.00 Wita, anak kandung korban, Elisabet Suni, bersama suaminya Bernardus Poni mengunjungi rumah korban untuk menjenguknya. Korban diketahui tinggal sendiri di sebuah rumah tua yang dibangun sekitar tahun 1973. Ketika tiba di rumah korban, keduanya mendapati pintu rumah dalam keadaan tertutup. Keduanya pun berputar mengelilingi rumah sambil memanggil nama korban.

Ketika tiba di samping rumah, tepat di bagian kamar tidur korban, keduanya sangat terkejut melihat tembok di bagian samping tersebut telah roboh ke bagian dalam kamar tidur korban. Setelah diperiksa, keduanya mendapati korban telah tertendes reruntuhan tembok dan meninggal dunia. Keduanya langsung berteriak dan datanglah tetangga disekitar rumah korban dan membantu mengeluarkan korban dengan cara memecah tembok dengan menggunakan hamar.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, ketika dikonfirmasi media ini membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya temuan mayat di Kampung Loel, RT 008, RW 004, Desa Fafinesu C, Kecamatan Insana Fafinesu, pada Rabu (3/3) pagi sekira pukul 09.00 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi diketahui bahwa korban pertama kasi ditemukan oleh, Elisabet Suni, bersama suaminya Bernardus Poni yang merupakan anak dan menantu korban. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tertimpa reruntuhan tembok rumah bagian samping yang tepat berada di kamar korban. Kuat dugaan, tembok rumah korban roboh akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Selasa (2/3) malam.

“Dari keterangan warga setempat diperkirakan kejadian kemungkinan besar terjadi pada pukul 23.00 Wita, karena pada saat itu terjadi hujan deras dan angin kencang. Selain itu, kondisi rumah yang ditempati korban sudah rusak parah karena sudah dibangun sejak tahun 1973. Rumah tersebut tidak terawat karena korban tinggal seorang diri saja,”pungkasnya. (Yan/ol)