Diduga Tipu Klien, Bos Asuransi Allianz Tersangka

berbagi di:
ANTARA

 

 

Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wesling dan Manajer Klaim Yuliana Firmansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Keduanya diduga melanggar Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Betul keduanya sudah jadi tersangka,” tutur Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKB Ahmad Yusen, kemarin.

Mereka diduga tidak membayarkan kewajiban klaim kesehatan dengan alasan klaim di luar perjanjian polis.

Dia memaparkan, seorang klien melapor ke polisi karena merasa dipersulit saat meminta klaim biaya rawat inap perawatan rumah sakit sejak November 2016 hingga Maret 2017.

Pihak asuranasi menolak klaim itu dengan cara mengajukan sejumlah syarat.

“Syarat tidak dapat dipenuhi karena di luar kemampuan korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Allianz berkeras meminta dokumen rekam medis lengkap klien itu sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim.

Padahal, rumah sakit tidak pernah memperkenankan catatan medis lengkap keluar karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

Klien pun mengeluarkan biaya rumah sakit senilai Rp19 miliar.

“Asuransi ini justru meminta rekam medis yang seharusnya dirahasiakan. Korban merasa ditipu karena tidak sesuai dengan janji di awal,” kata Argo.

Kuasa hukum pihak pelapor, Alvin Lim, mengatakan kliennya yang bernama Ifranius Algadri melaporkan bos Allianz karena merasa telah ditipu dalam proses pencairan klaim.

“Perusahaan Allianz menggunakan modus tipu daya untuk menolak klaim nasabah secara halus, tapi melanggar hukum. Dalam waktu dua minggu tanpa adanya surat lengkap rekam medis, klaim ditolak,” kata Alvin di Kantor Polda Metro Jaya, Selasa (26/7).

Dia menduga Allianz telah menipu sejumlah nasabah dengan proses klaim yang tidak mungkin bisa dipenuhi nasabah.

Setelah menerima Laporan Polisi Nomor LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang dugaan tindak pidana di bidang perlindung-an konsumen dan Laporan Polisi Nomor LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 18 April 2017, polisi kemudian menyidik perkara itu sejak 8 Mei 2017.

Setelah pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli, penyidik pun menetapkan Joachim dan Yuliana sebagai tersangka.

Manajeman Allianz dalam pernyataan resmi yang diterima Media Indonesia menegaskan mereka akan menyerahkan proses hukum tersebut kepada aparat kepolisian.

“Kami memercayakan semuanya kepada proses hukum dan kami memperhatikan kasus ini secara serius.” (Sru/J-4)

 

Sumber: Media Indonesia