Dinas Pariwisata Mabar Dorong Pengelolaan Destinasi Wisata ke Pemerintah Desa

berbagi di:
img-20201120-wa0016

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus, saat menyampaikan materi pada acara Sosialisasi Rencana Induk Pengembangan Destinasi Kepariwisata Daerah (Ripparda).

 

 

 
Gerasimos Satria

 

 
KEPALA Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus mendorong pengelolaan Destinasi wisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat kepada pihak Pemerintah Desa.Hal itu bertujuan agar keberadaan destinasi wisata yang ada di desa dapat menyejahterakan masyarakat yang ada di desa.

“Kami akan mendorong pengelolaan Destinasi wisata yang ada di Manggarai Barat untuk dikelola oleh pihak desa.Tahun 2021,kami akan menyerahkan pengelolaan Destinasi wisata Batu Cermin kepada Badan Usaha Milik Desa (BumDes),”kata Agustinus Rinus dalam pemaparan materi Sosialisasi Rencana Induk Pengembangan Destinasi Kepariwisata Daerah (Ripparda),Jumat (20/11) di Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Gusti Rinus mengatakan keberadaan destinasi wisata di wilayah Kabupaten Manggarai Barat saat ini belum mampu mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di seputar destinasi wisata.Sehingga,Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kedepannya mendorong pengelolaan destinasi wisata kepada pihak desa.

Dia mengaku tahun 2021 mendatang pemerintah akan menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk menata destinasi wisata Istana Ular di Desa Galang,Kecamatan Welak,Kabupaten Manggarai Barat.Pengelolaan destinasi wisata Istana Ular di Kecamatan Welak nantinya akan diberikan kepada pihak Pemerintah Desa.

Gusti Rinus menjelaskan salah satu langkah strategis yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat saat ini mengembangkan potensi wisata pedesaan di setiap desa yang ada di wilayah Manggarai Barat.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan desa wisata, serta mendorong percepatan pengembangan potensi wisata perdesaan,” kata Gusti Rinus.

Kepala Desa Galang,Kecamatan Welak,Ari Samsung mengapresiasi niat dan rencana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat yang mendorong pengeloaan destinasi wisata kepada pihak desa.Pasalnya kerinduan masyarakat untuk melibatkan diri dalam pengeloaan destinasi wisata Istana Ular di Desa Galang sudah sejak lama.

Dia mengaku beberapa hal dasar mengapa Pemerintah Desa Galang selama ini selalu memperjuangkan semua potensi wisata di kelola oleh desa,yakni bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Galang.Dengan dilibatkannya masyarakat lokal dalam pengelolan pariwisata di desa, maka akan sangat berdampak terhadap adanya sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selain itu, masyarakat lokal tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri. Dengan dilakukannya pengelolaan destinasi wisata Istana Ular oleh desa, maka yang pasti pelaku utamanya adalah masyarakat lokal di desa.Sehingga dengan demikian masyarakat desa tidak hanya hanya menjadi penonton atau mereka tidak pasif.Hal ini juga akan sangat berdampak terhadap perasaan memiliki dari masyarakat lokal terhadap tempat atau lokasi dimaksud.

“Dengan dikelola oleh pemerintah desa destinasi wisata Istana Ular akan ada pemasukan bagi desa melalui sistim bagi hasil atau dari retribusi lainnya yang sah. Dengan demikian, desa memiliki pendapatan asli desa,”ujar Ari Samsung. (Yan/ol)