Dinas Pertambangan NTT Persulit Warga Naiola

berbagi di:
download-1

Ilustrasi tambang galian C

 

 

Gusty Amsikan

Sejumlah warga di Desa Naiola, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU menuding Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT sengaja mempersulit pengurusan izin tambang rakyat untuk galian C berupa batu dan pasir di Kali Noemuti, Naiola dan Oenak. Pasalnya, para kelompok masyarakat tersebut telah berulang kali mengajukan permohonan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT untuk melakukan aktivitas pertambangan bahan galian C pada areal tambang seluas 10 hektare itu, namun permohonan tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

Pihak Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT selalu berdalih bahwa berkas yang diajukan kelompok masyarakat hilang. Ironisnya lagi, kelompok masyarakat pun berulang kali mengumpulkan uang untuk memfasilitasi tim dari dinas tersebut untuk melakukan uji lapangan. Sayangnya, hingga kini masyarakat belum mengantongi ijin tambang rakyat itu.

Salah seorang ketua kelompok masyarakat di Desa Niola Kecamatan Noemuti Timur, Anton Tnomel kepada VN, Sabtu (22/6) di Kefamenanu mengatakan pihak Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT sengaja mempersulit pihaknya untuk memperoleh surat ijin tambang rakyat yang akan dikelola oleh masyarakat Desa Naiola dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang. Pasalnya, pihaknya telah tiga kali mengajukan izin tersebut namun selalu tidak ada hasil.

Ketika pihaknya menanyakan perihal pengajuan izin tersebut, pihak dinas selalu berdalih bahwa berkas yang diajukan pihaknya telah hilang.

Selain mengajukan permohonan izin, pihaknya juga sudah berulang kali mengumpulkan uang untuk memfasilitasi tim dari dinas tersebut untuk melakukan uji lapangan. Tim terhitung sudah tiga kali turun ke lapangan dan melakukan uji lapangan. Seluruh persyaratan untuk ijin tambang rakyat pun telah dipenuhi kelompok masyarakat. Sayangnya, hingga kini masyarakat belum mengantongi ijin tambang rakyat itu.

Menurut Anton, pihaknya sudah berulang kali mendatangi kantor Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT untuk mengecek proses perijinan tambang rakyat tersebut, namun tidak pernah ada titik terang. Sikap pihak dinas yang sengaja menarik ulur proses perizinan tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Rupanya Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi lebih mengutamanakan ijin tambang bahan galian C dari salah satu pengusaha ketimbang ijin tambang rakyat yang akan dikelola oleh masyarakat.

“Kami sudah ulang kali masukkan berkas dan kumpul uang untuk datangkan tim ke lapangan guna uji lapangan. Waktu kami cek ke dinas, Ibu Kabid, Yudit Palentek selalu mita kami untuk ajukan ulang berkas. Setelah ajukan ulang, Ibu Kabid kemudian jawab nanti. Padahal Tim dari Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT yang dipimpin oleh Wili Biru itu sudah lakukan uji lapangan. Dinas tidak mau ada tambang rakyat. Mereka mau pakai pengusaha. Kalau pengusaha yang urus mereka lebih perioritaskan. Padahal permohonan dari kami sudah masukan duluan dan sudah ada uji lapangan,”ujarnya.

Ia menambahkan areal yang hendak dijadikan pertambangan rakyat sudah sangat pantas dan layak serta memenuhi persyaratan yang ada. Pasalnya, di hamparan dari Kali Noemuti, Naiola dan Oenak itu terdapat areal persawahan milik masyarakat. Apabila lokasi tersebut dikelola oleh Perusahaan tentu akan merusak areal persawahan itu namuan apabila dikelola oleh rakyat tentu tidak akan berdampak kepada areal persawahan masyarakat. Bupati TTU pun telah menegaskan bahwa lokasi tersebut hanya boleh dijadikan tambang rakyat dan tidak boleh digarap oleh pengusaha.

Hal senada pun disampaikan anggota kelompok masyarakat lainnya, Yohanes Kosat. Menurutnya, pihak Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT sengaja menghambat proses perizinan tambang rakyat yang diajukan pihaknya guna memuluskan jalan bagi pengusaha untuk melakukan tambang galian C. Pihak dinas selalu menghilangkan berkas pengajuan izin dari masyarakat. Padahal, lokasi pertambangan tersebut berdekatan dengan lahan persawahan dan layak dijadikan tambang rakyat. Jika pertambangan dilakukan menggunakan alat berat, maka akan berdampak buruk bagi lahan persawahan milik masyarakat.

Yohanes berharap, Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi NTT dapat segera menerbitkan izin tambang rakyat yang diajukan pihaknya. Pasalnya, Ijin tambang rakyat tersebut nantinya akan sangat membantu pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu juga, Ijin tambang rakyat yang diperjuangkan agar areal persawahan masyarakat tidak rusak akibat tambang pasir itu.

“Kami minta dinas terkait segera terbutkan izin tambang rakyat yang kami ajukan. Kami akan sangat terbantu dari sisi ekonomi. Selain itu, kami juga bisa menyelamatkan areal persawahan kami dari dampak buruk pertambangan,”
tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan Dinas Pertambangan Propinsi NTT, Yudit Palantek, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (gus/S-1)