Dinas Pertanian Lembata Finalisasi Data Gagal Panen

berbagi di:
img-20200326-wa0024

 

Lahan jagung di Ile Ape

 

Hiero Bokilia

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng di ruang kerjanya, Selasa (24/3) mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke sejumlah wilayah yang terancam gagal panen untuk finalisasi data gagal panen.

Data akhir baru dapat akan didapat 28 Maret 2020 mendatang.

Untuk Lembata, ada beberapa daerah yang terindikasi gagal panen, yakni di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, daerah pesisir Nubatukan, daerah pesisir Lebatukan, hamparan Lohu di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, dan Bean serta Tobotani di Kecamatan Buyasuri.

“Yang paling terancam di Kecamatan Ile Ape rata-rata alami gagal panen, Ile Ape Timur, Nubatukan di Kelurahan Lewoleba Timur, Lebatukan dari.Lamatuka sampai Baopana dengan intensitas kecil. Dalam minggu ini baru bisa dapatkan data. Data yang terkumpul saat ini by name by anddre  tapi masih turun untuk finalisasi lagi,” terang Beyeng

Menurutnya, penyebab gagal panen rata-rata akibat curah hujan yang terlambat dan turun saat masa yang tidak pas, misalnya saat pecah bunga hujan tidak turun sehinggabunganya mengering. Nah, setelah bunga kering barulah hujan turun.

Selain hujan yang tidak tepat waktu, lanjutnya, gagal panen juga disebabkan karena intensitas hujan yang menurun dan tidak merata.

Salah satu upaya untuk mengatasi gagal panen diantaranya menanam tanaman pengganti, namun, karena saat tanam sudah terlambat maka alternatif tanaman pengganti sudah tidak memungkinkan lagi. Padahal, pihaknya sudah menyiapkan bibit kacang hijau sebagain tanaman pengganti.

Data gagal panen akan disampaikan ke Bupati untuk penetapan bencana kekeringan dan bantuan pangan bagi petani. Karena itu, data meliputi luas lahan, KK pemilik.lahan, dan jumlah anggota keluarga  untuk memudahkan penyaluran jika sudah dinyatakan bencana kekeringan.

“Tahun 2004, kondisi yang sama pernah terjadi. Tapi ini kali lebih besar dampaknya dan lebih parah,” tandas Beyeng.

Sebelumnya, Camat Ile Ape Stanis Kebesaran Langodai mengatakan, di Kecamatan Ile Ape saat ini 80 persen lahan petani mengalami gagal panen yang disebabkan karena curah hujan yang tidak merata.

Ia berharap di tengah kesibukan pemerintah mengurus Covid-19, persoalan gagal panen pun hendaknya tetap jadi perhatian.

Asisten I Sekda Lembata Fransiskus Langodai menjelaskan, soal ancaman kelaparan karena gagal panen, ia berharap warga tidak panik karena stok beras bantuan tersedia.

Akan tetapi, untuk menurunkan bantuan beras tidak begitu saja tapi harus ada pernyataan bencana kelaparan/kekeringan dari bupati baru bisa diturunkan bantuannya. Sehingga, dinas diharapkan sudah menyiapkan data untuk membackup pernyataan bencana kekeringan. (bev/ol)