Dinas P&K segera Surati Wali Kota Minta KBM di Sekolah kembali Diaktifkan

berbagi di:

dumul-djami-400x533

Dumul Djami
Kadis P dan K Kota Kupang

 

 

 

Sinta Tapobali

 

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang berencana melakukan kajian dan menyurati Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore guna meminta persetujuan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah diaktifkan kembali.

 

 
Hal ini disampaikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami kepada VN, di ruang kerjanya, Selasa (4/8).

 

 
Hal ini dikarenakan Kota Kupang saat ini dalam tahap menuju zona hijau. Pasalnya, seluruh pasien positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

 

 

Kajian mengaktifkan kembali KBM di sekolah dipandang penting karena belajar dari rumah (BDR) yang diterapkan selama ini memiliki banyak kelemahan.

 

 

Adapun beberapa kelemahan itu, sebut dia, kelemahan orang tua dalam menerima anak dan mendampingi anak belajar dari rumah, kesiapan guru dan siswa, masih belum banyak guru yang dapat menguasai IT, keterbatasan HP Android yang dimiliki oleh orangtua dan siswa, ketiadaan pulsa paket data para siswa.

 

 

Oleh karena itu, pilihan yang paling tepat adalah kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.

 

 

“Untuk memulai semua ini maka langkah awal yang paling tepat adalah membuat suatu kajian. Dari kajian itu kita sampaikan kepada Bapak Wali Kota Kupang untuk meminta persetujuan agar kita kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah namun tentunya dengan protokol kesehatan yang dijalankan secara ketat. Setelah itu melalui sekolah kita melakukan pendekatan dengan orang tua untuk meminta menandatangani surat pernyataan bahwa anaknya itu akan kembali berproses sekolah dan pernyataan itu yang akan di upload ke Dapodik,” jelas Dumul.

 

 

Apabila proses kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah, maka dinas pendidikan akan membuat pedoman dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar. Salah satu pedoman tersebut mengatur tentang pembatasan jam mengajar dan pembagian shift masuk sekolah.

 

 
“Kita akan membagi dalam shift, misalnya satu kelas adalah 36 orang maka shift pertama 18 orang dan shift kedua 18 orang.¬†Shift pertama masuk setelah itu pulang, satu jam kemudian baru shift keduanya masuk. Ada jeda satu jam untuk shift pagi dan shift siang, sehingga bagi mereka yang masuk di shift pagi tidak akan bertemu dengan mereka yang masuk di shif siang. Hal ini untuk menghindari penumpukkan siswa dalam jumlah yang banyak,” tambahnya. (Yan/ol)