Dinas PKP Sumbang Dua Paket Benih Hortikultura di Sulamu

berbagi di:
ab71a428-86ae-4a63-a236-d1e9b32766ae

 

 

 

Kekson Salukh

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) NTT memberikan sumbangan dua paket benih tanaman holtikultura bagi masyarakat di Kelurahan Sulamu, Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang.

Kepala Dinas PKP NTT, Lecky Frederick Koli yang diwawancara VN di ruang kerjanya, Rabu, (3/3) siang mengatakan, sumbangan dua paket benih tanaman holtikultura itu sebagai tindaklanjut dari perintah Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat meresmikan Instalasi Air Bersih Pompa Hidram yang dibangun Kodam Udayana IX pekan lalu.

“Hal itu bagian dari tindak lanjut arahan Gurbernur NTT kemarin. Benih tanaman hortikultura yang kita kasih untuk masyarakat yang dapat air kemarin. Ada dua paket benih yang kita kasih, dan itu banyak sekali, cukup untuk 100 orang,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan air yang sudah ada itu untuk menanam benih yang diberikan dinas PKP.

“Harapannya bisa tumbuh tanaman hortikultura di sana. Dengan adanya benih ini memotivasi mereka menanam di pekarangan, mereka olah benih yang  kita siapkan sehingga dalam waktu yang akan datang skalanya lebih luas dan mereka menjadi pemasok untuk wilayah TTS dan kabupaten Kupang,” tandasnya.

Ia menambahkan, masih ada enam instalasi air bersih pompa Hidram yang dibangun Kodam Udayana IX. Dinas PKP akan siap memasok benih bagi masyarakat di enam lokasi sumber mata air itu.

“Kita lihat lagi enam sumber mata air sehingga kita datangi masyarakat dan chek apa yang mereka butuhkan kita langsung kasih. Kita harap banyak yang terlibat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam sambutannya saat meresmikan Instalasi Air Bersih Pompa Hidram Udayana IX di Sulamu mengatakan kehadiran instalasi air bersih pompa Hidram itu membantu pelaksanaan program pertanian lahan kering maupun tanaman hortikultura lain yang ditanam masyarakat.

Menurut Gubernur, instalasi air bersih pompa Hidram itu merupakan teknologi tepat guna dan sederhana yang akan membuat masyarakat mudah mengoperasikan sehingga masyarakat juga harus menjaga dan merawat.

“Ini teknologi tepat guna dan sederhana akan membuat masyarakat mudah mengoperasikan. Masalah kita hobi membangun tapi tidak bisa dijaga dengan baik,” pintanya.

Ia menambahkan, instalasi air bersih pompa Hidram itu tidak boleh hanya digunakan untuk minum dan mandi. Tetapi harus dipakai untuk kebutuhan menyiram tanaman dan memelihara binatang.

“Air bersih ini datang dari sumber yang telah disiapkan dan dibantu dengan teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, peternakan dan pertanian,” pungkasnya. (bev/ol)