Dinas PUPR NTT Harus Lebih Tanggap Tangani Jalan Rusak

berbagi di:
screenshot_2021-02-22-19-27-15-39

 

 

 

Putra Bali Mula

Maria Nuban Saku, anggota DPRD NTT ingin Dinas PUPR Provinsi NTT lebih serius menanggulangi jalan dan jembatan yang rusak yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah NTT.

Ia menyampaikan hal tersebut kepada VN pada Senin (22/2) saat dihubungi melalui sambungan telepon. Kondisi saat ini rata-rata jalan dan jembatan rusak dan untuk itu pihaknya meminta Dinas PUPR Provinsi NTT serius dengan kondisi ini.

“Supaya akses masyarakat tidak terhalang,” tukasnya.

Pinjaman daerah sebelumnya yang disetujui sebesar Rp 900 miliar, ungkap dia, kesepakatannya untuk pengerjaan infrastruktur khususnya jalan.

“Kami harapkan dapat dikerjakan tahun ini, jalan-jalan yang sudah di-plotting dalam daftar dalam pengerjaan jalan 2021,” ungkapnya.

Sebagai anggota DPRD NTT Komisi II, ia mengaku dirinya memang tidak bermitra langsung dengan Dinas PUPR Provinsi NTT tetapi inspirasi warga yang datang dari lokasi patut ia sampaikan.

“Pada saat itu kita turun bukan sebagai komisi lagi tetapi sebagai anggota DPRD dalam memantau kepentingan umum, makanya saya ngotot jalan di Noelbaki – Tilong diperhatikan,” ujarnya.

Ia meminta Dinas PUPR tanggap dengan peristiwa dan pengerjaan yang ada termasuk di sekitar lokasi terdampak bencana.

Sementara dalam websitenya Dinas PUPR Provinsi NTT menyampaikan estimasi anggaran untuk infrastruktur jalan di tahun 2021 mendatang sekitar Rp 800-an miliar lebih. Tahun depan, 545 KM jalan yang belum diaspal akan dikerjakan.

“Kita tangani itu tidak semua langsung aspal karena kita keterbatasan anggaran tapi kita merubah waktu tempuhnya menjadi berkurang. Jadi kita pengerasan, rapikan, ratakan, kecepatan yang tadinya 15 kilometer per jam mungkin sudah bisa 40. Sudah bisa lebih cepat walaupun belum aspal,” kata Kepal Dinas Provinsi Maxi Nenabu.

Selain infrastruktur jalan, lanjut Maxi, yang juga menjadi perhatian Dinas PUPR adalah air bersih. Sementara di tahun berikut, lanjut Maksi, diusulkan 20 paket dengan satu paket mesin untuk salinitas air garam dengan anggaran sekitar Rp. 75 milyar.

“Satu paket itu totalnya 75 milyar kita usul untuk tahun depan kemudian kita usul bangun irigasi dan embung itu 22 embung sesuai dengan desain yang sudah ada,” kata Maksi. (bev/ol)