Dinas Sulit Mendata, 300 ribu UMKM Datang Sendiri Saat Ada Bantuan

berbagi di:
img-20210305-wa0004

 

 

 

Putra Bali Mula

Pendataan jumlah pasti dari UMKM di NTT selama ini sulit dilakukan oleh Dinas Koperasi Ketenagakerjaan Transmigrasi dan UMKM Provinsi NTT. Namun demikian, pendataan ini dipermudah saat adanya program pemulihan ekonomi yaitu Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pelaku usaha akhirnya yang datang sendiri dan mendaftarkan UMKM-nya.

“Kita harus akui soal pendataan ini,” ujar Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskopnakertrans NTT, Anis Mau kepada VN di Dekranasda NTT, Rabu (2/3).

Ia menyebut terdapat kendala dan keterbatasan pihaknya selama pendataan UMKM. Namun setelah adanya program bantuan itu diketahui ada 300 ribuan UMKM yang datang mendaftar dengan sendirinya ke dinas.

“Selama ini kita lakukan pendataan tapi terbatas, tapi setelah adanya BPUM ini orang akan datang sendiri daftar. Kemarin di database kita 300 ribuan UMKM yang datang,” ungkapnya.

Data yang diperoleh ini, kata dia, akan diklasifikasikan sesuai jenis dan lokasi usaha untuk program-program selanjutnya.

“Saya lagi baru selesaikan 6 kabupaten itu per jenis usaha dan lokasi usahanya, misal pelihara babi itu dimana, usaha tenun itu dimana,” kata dia.

Data 300 ribuan UMKM yang terdaftar saat ini menurutnya belum final.

Ia menyebut setelah akhir tahun 2021, jumlah UMKM di NTT dapat diketahui secara pasti karena yang program BPUM belum selesai. (bev/ol)