Dinkes Identifikasi Dampak Kekeringan

berbagi di:
ilustrasi kekeringan

 
Yes Bale

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur saat ini masih melakukan identifikasi terhadap dampak kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.

Salah satu dampak yang selalu dialami masyarakat adalah meningkatnya penderita diare di kalangan warga usia anak-anak.

Hingga saat ini Dinas Kesehatan Kupang belum memiliki data lengkap mengenai penderita diare di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kupang Robert Amheka yang dihubungi, Kamis (5/10) mengaku saat ini Dinkes baru melakukan identifikasi masalah kesehatan akibat terjadinya kekeringan di wilayah tersebut.

Walau demikian, Dinkes Kabupaten Kupang sudah menyiapkan langkah preventif dengan melakukan kaporitisasi terhadap air bersih yang biasa dikonsumsi warga dan juga melakukan penyuluhan supaya warga meminum air yang sudah dimasak.

“Kami lakukan identifikasi dampak sekaligus intervensi program supaya mengantisipasi wabah diare yang sering muncul saat kekeringan,” jelas Robert.

Kepal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang Charles Panie menambahkan, saat ini kekeringan melanda 18 kecamatan dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang.

Charles menambahkan saat ini BPBD sudah melakukan pembagian air bersih kepada masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan. Pembagian air bersih tahap pertama sudah dilaksanakan dan tidak ada masalah yang dihadapi di lapangan.

“Kita sudah distribusi air bersih untuk membantu warga yang alami kekeringan,” jelas Charles di Oelamasi, kemarin.