Dinkes TTS Kirim Sampel Makanan

berbagi di:
foto-hal-01-pasien-keracunan-soe-dirawat

Beginilah situasi penanganan pasien keracunan massal di Posko KLB Gereja Sonbubun, Dusun Mnelafau, Kelurahan Kobekamusa, Kecamatan Kota Soe, TTS. Gambar diabadikan Minggu (28/4) malam lalu.

 

 
Mutiara Malahere
Dinas Kesehatan Kabupaten TTS telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kelurahan Kobekamusa, Kecamatan Kota Soe untuk dikirim ke Laboratorium Dinkes Provinsi NTT di Kupang, Senin (29/4).

Kadis Kesehatan TTS, dr Eirene Ate mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sampel makanan tersebut ke Lab Dinkes NTT karena di Kabupaten TTS belum tersedia lab yang memadai untuk melakukan uji sampel makanan.

Eirene menambahkan sampel yang dikirim tersebut sisa makanan yang dikonsumsi para korban saat menghadiri acara syukuran ulang tahun Marthen Tefa, yang menyajikan salah satu menunya berupa mie kuning yang diduga sebagai penyebab keracunan.

“Kami telah mengirimkan sampel makanan dan sementara menunggu hasil uji lab Dinkes NTT,” jelas Eirene.
Selain belasan korban dirawat di RSUD Soe, 14 korban keracunan dirawat di Posko KLB di Gereja Sonbubun, Dusun Mnelafau, Kecamatan Kota Soe.

Sedangkan enam korban lainnya kondisinya telah membaik dan pulih sehingga oleh dokter diizinkan pulang ke rumah.

“Enam orang sudah diizinkan pulang namun tetap dalam pengawasan kami, sedangkan pasien lainnya masih sementara menjalani perawatan di posko,” jelasnya.

Direktur RSUD Soe dr Ria Tahun yang dikonfirmasi terkait pasien dugaan keracunan makanan yang masih dirawat di RSUD Soe mengaku, dari 16 pasien yang dirawat pada Minggu malam, saat ini hanya tersisa dua pasien. Sedangkan sisanya sudah dipindahkan ke posko KLB.

“Masih ada dua pasien yang sementara berada di IGD guna mendapatkan penanganan intensif sedangkan pasien lainnya telah dikembalikan ke Posko KLB,” ungkap Ria.

Terpisah, Kepala BPBD TTS Adi Tallo mengatakan terkait kondisi kemarin, sebanyak enam pasien yang masih menjalani perawatan di Posko KLB Gereja Sonbubun, Dusun Mnelafau, Kecamatan Kobekamusa, Kota Soe.

Adi menambahkan, terhadap penanganan KLB, pihak BPBD telah menyediakan berbagai sarana yang dibutuhkan antara lain air bersih, tenda, velbet, genset, serta logistik penanganan darurat.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinkes TTS terhadap hasil laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.
BPBD TTS merilis 16 nama korban yaitu Aksamina Tauho (22), Yundri Tefa (22), Delfi Tauho (21), Linda Nenabu (18), Ayub Manu (18), Yaret Faot (12), Katarina Manu (16), Aritwan Tauho (14), dan Narti Misa (17). Selanjutnya Gotlif Tefa (12), Yuni Nufianti Fallo (12), Mince Misa (34), Uni Faot (9), Rianti Faot (6), Keti Benu (8), dan Loriana Koib (14).

Sebelumnya diberitakan, Bupati TTS Epy Tahun saat bersama istrinya menjenguk para korban di RSUD Soe, mengatakan, pihaknya sudah menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penanganan korban, kata dia, harus dilaksanakan maksimal dan biaya bisa menggunakan kartu BPJS para korban. Jika tidak memungkinkan, maka akan ditanggung Pemkab TTS dengan dana tanggap darurat. (tia/E-1)