Dinsos dan PUPR Lempar Tanggung Jawab soal Lampu Jalan di Pemakaman Covid-19

berbagi di:
img-20210126-wa0005

Situasi saat jenazah pasien Covid-19 dimakamkam. Petugas hanya mengandalkan lampu kendaraan ambulans.

 

 

Putra Bali Mula

Petugas pemakaman dan kerabat korban Covid-19 yang meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Damai Fatukoa kerap mengeluhkan terkait penerangan saat malam hari.

Satgas saat melakukan pemakaman atau kerabat korban kerap tidak mematikan mesin mobil agar memanfaatkan lampu mobil sebagai penerangan. Terkait lampu di area jalan dalam pemakaman tersebut Dinas Sosial Kota Kupang menyebut hal itu adalah kewenangan dari Dinas PUPR Kota Kupang.

Dinas Sosial Kota Kupang, Lodiwyk Djungu Lape kepada VN saat dihubungi Selasa (26/1) menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Kupang. Namun begitu tidak ada juga kejelasan lebih lanjut terkait penerangan di area ini.

“Kami sudah sampaikan ke Dinas PUPR. Kan itu tupoksi mereka,” kata dia.

Namun pada kesempatan sebelumnya Dinas PUPR Kota Benyamin Hendrik Ndapamerang kepada VN menyebut pihaknya berkewajiban pada lampu di ruas jalan bukan di ruas jalan dalam area pemakaman.

“Itu tugas Dinas Sosial karena kami pasangnya lampu jalan bukan lampu di pemakaman,” tukas dia.

Sementara Manager Komunikasi PLN NTT, Ita Yupukoni dalam kesempatan terpisah kepada VN menyebut PLN siap memberikan pemasangan listrik. Namun hal ini kembali kepada pemerintah.

“Untuk pemasangan listrik seperti pelanggan pada umumnya tapi karena itu untuk layanan publik silahkan bersurat ke PLN ULP Kupang di Jl. Palapa Oebobo. terus info kebutuhan daya masing-masing yang mau dipasang dan lokasi di mana saja. Jangan lupa No Hp PIC (Person In Charge). Kalau kebutuhan dayanya 3 phasa maka akan di survey lebih dulu ke lokasi,” kata dia. (bev/ol)