Direktur Tanaman Semusim Kementan Apresiasi Keberanian PT MSM

berbagi di:
whatsapp-image-2019-08-30-at-08-26-06

Foto; Jumal Hauteas/VN

 

 

Jumal Hauteas
Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Lainnya, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Republik Indonesia, Dr. Agus Wahyudi mengapresiasi keberanian PT Muria Sumba Manis (MSM) untuk berinvestasi tanaman tebu di lahan kering yang ada di Kelurahan Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Untuk memastikan rencana pengembangan tebu dan produksi gula sukses, PT MSM harus memberikan pembelajaran berkelanjutan bagi calon petani tebu, termasuk staf teknis bidang perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Sumba Timur.

Saat berkunjung ke pabrik PT.MSM, Dr. Wahyudi mengatakan butuh empat komponen penting dalam pengembangan tebu yakni tanah, air, sinar matahari dan orangnya yang meliputi petani tebu, tenaga teknis pada Dinas Pertanian dan Pangan, tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga pemerintah daerah dan juga pihak managemen perusahaan.

whatsapp-image-2019-08-30-at-08-25-40

Ia menegaskan agar manajemen PT MSM yang sudah berani mengubah lahan berbatu di Kelurahan Wanga untuk menjadi lokasi perkebunan tebu dan lokasi produksi gula, juga membagi ilmunya dengan masyarakat sekitar.

“Kementerian Pertanian kita rencanakan hingga tahun 2024 mendatang ada 10 pabrik gula baru di Indonesia, dengan rincian ada tiga di Pulau Jawa dan tujuh lainnya di luar Jawa, termasuk dengan PT MSM ini. Kita juga canangkan tahun 2020 untuk PT MSM adalah tahun pembelajaran, sehingga masyarakat calon petani tebu harus diikutkan dalam pembelajaran berkelanjutan, agar tebu ditanam dengan cara yang tepat, dari bibit yang tepat, dan dirawat secara baik, agar menghasilkan tebu dengan kandungan gula yang tinggi, sehingga bisa dihasilkan delapan hingga sembilan ton gula per hekta are,” jelasnya kepada VN di kompleks pembangunan Pabrik Gula milik PT MSM, Kamis (29/8).

Menurutnya,  tenaga PPL dan tenaga teknis pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur juga perlu diikutkan dalam semua tahapan pembelajaran tentang tebu sebanyak-banyaknya agar bisa memahami dengan benar bagaimana proses penanaman dan perawatan tebu dari awal hingga akhir. Karena tenaga teknis pada dinas lah yang akan menyusun anggaran dan perencanaan pengembangan lahan perkebunan tebu masyarakat setiap tahunnya.

“Kalau dari pusat (Kementerian Pertanian, Red), minta berapa saja kita kasih. Mau 2000 sampai dengan 3000 hektar kita pasti kasih. Tetapi harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan, siapa petaninya, lahannya dimana, dan tenaga teknis di dinas juga mengerti bagaimana mendampingi petani tebu sejak menanam sampai dengan panennya,” tegasnya yang disambut tepukan tangan Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan semua pejabat lainnya yang hadir.

whatsapp-image-2019-08-30-at-08-26-04

Sementara Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali mengucapkan terima kasih atas lokasi perkebunan tebu milik PT MSM, maupun demplot tanaman tebu yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Laipori Indah. Karena hal ini membuktikan bahwa pemerintah Kabupaten Sumba Timur, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak sendirian dalam membangun perkebunan tebu bersama managemen PT MSM di Sumba Timur.

“Kita berterima kasih, karena pemerintah pusat juga memberikan perhatian bersama dengan pemerintah daerah terhadap pengembangan perkebunan tebu di Sumba Timur, yang ditandai dengan kunjungan pak Direktur dan tim hari ini. Pemerintah daerah tentunya akan terus mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk bisa mengembangkan lahan pertanian nya menjadi daerah perkebunan tebu, karena ada PT MSM yang akan membeli tebunya,” jelasnya.

Ia berharap sejumlah keterbatasan yang ada pada petani tebu Sumba Timur, terutama dalam keterbatasan sumber air tanah yang dibutuhkan petani, bisa dibantu pemerintah pusat melalui Dirjen Perkebunan, sehingga pengembangan perkebunan tebu dengan target 100 Ha tahun 2020 mendatang akan dapat terwujud.

General Manager PT MSM, Hadropin kepada VN usai peninjauan kebun milik PT MSM, Kamis (28/8) menegaskan pihaknya sangat berkomitmen untuk mewujudkan hasil tanaman tebu yang berkualitas dengan kandungan gula minimal 11 persen, sehingga pihaknya memberikan pendampingan ke petani dan juga tim teknis pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur.

“Saat ini pembelian tebu masyarakat sudah tidak lagi menggunakan sistem bagi hasil. Tetapi perusahaan gula membeli tebu milik masyarakat. Jadi kami (PT MSM, Red) akan memastikan tebu yang dihasilkan petani sungguh-sungguh ditanam, dan dirawat secara baik, sehingga tidak ada yang dirugikan. Bahkan kami juga punya manager yang bekerja bersama dengan tim teknis dinas untuk menyusun perencanaan pengembangan lahan dan menentukan calon petani, calon lahannya,” tegasnya.

whatsapp-image-2019-08-30-at-08-25-59

Ketua Poktan Laipori Indah, Samuel Leba Lulu kepada VN usai menerima kunjungan Dr. Wahyudi dan timnya, mengaku sangat berbahagia karena tanaman demplot perkebunan tebu yang dikelola Poktan mereka sudah menghasilkan tebu yang baik, hasil pemeriksaan oleh managemen PT MSM. Karena itu, pihaknya akan terus mengembangkan lahan pertanian yang mereka miliki untuk menghasilkan tebu yang makin banyak dari waktu ke waktu.

“Kami baru tanam ini delapan bulan, dan hasilnya menurut tim dari PT MSM sangat baik. Jadi walaupun kami sedikit kesulitan dalam mengairi kebun tebu ini. Tetapi hasilnya sangat baik dan kami akan mengolah lagi lahan yang masih ada seluas dua hekta are, dengan mengharapkan ada bantuan mesin pompa dari pemerintah, karena kesulitan kami adalah bagaimana mengangkat air ke lahan perkebunan tebu,” harapnya.

Pantauan VN rombongan Dr. Wahyudi, bersama tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Wakil Bupati Sumba Timur, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, hingga managemen PT MSM, Kamis (29/8) terlebih dahulu mengunjungi demplot perkebunan tebu milik Poktan Laipori Indah, sebelum mengunjungi lokasi pabrik gula milik PT MSM, kebun tebu PT MSM, dan diakhiri dengan diskusi bersama di kantor PT MSM, mengenai permasalahan dan solusi mengatasi berbagai permasalahan yang biasa di daerah-daerah pengembangan kebun tebu yang baru. “Pak Dirjen Perkebunan punya satu pesan saja buat teman-teman PT MSM, kasus kegagalan di sejumlah perusahaan gula baru yang terjadi tahun 2014, 2018, dan 2019, jangan lagi terjadi di PT MSM,” tandasnya.(bev/ol)