Lima Pejabat Bank NTT Resmi Ditahan Terkait Pengadaan Lisensi Microsoft

berbagi di:
Petuga Kejati NTT siap membawa lima tersangka pejabat Bank NTT untuk ditahan di Rutan Penfui Kupang.
Petuga Kejati NTT siap membawa lima tersangka pejabat Bank NTT untuk ditahan di Rutan Penfui Kupang.
Mutiara Malahere
Kejaksaan Tinggi NTT telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengadaan lisensi Microsoft pada Bank NTT selelah melaksanakanĀ gelar perkara. Kelima tersangka kasus pengadaan lisensi Microsoft pada Bank NTT diantaranya Adrianus Ceme alias AC menjabat sebagai Direktur Umum, Salmun Terru sebagai kepala Divisi Pengadaan IT, Adrianto Ranoh (Panitia Pengadaan), Eril Passaribu dan Juraida Zein (konpairs).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Sunarta didampingi Asisten Pidana Umum Budi Handaka kepada VN Senin (7/8) di ruang kerjanya.
Sunarta mengatakan penetapan lima orang tersangka setelah melalui hasil gelar perkara pukul 09.30 -11.30 Wita. Kelimanya terbukti terlibat dalam perkara ini.
“Semua tim setuju dengan penyidik bahwa dalam kasus ini ada penyimpangan dalam pengadaan Microsoft pada Bank NTT yang menimbulkan kerugian keuangan negara dan beberapa orang yang terlibat di dalamnya,” jelas Sunarta.
Terkait dengan besaran nilai kerugian negara dalam perkara tersebut, tambah Sunarta, pihaknya masih menunggu hasil perhitungan dari ahli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami telah mengajukan permintaan untuk bantuan ahli dalam melakukan perhitungan nilai kerugian negara dan kami masih menunggu hasilnya,” ungkap Sunarta.
Proses selanjutnya, tambah Sunarta, jaksa penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka.
“Berdasarkan berkas perkaranya, penyidik yang menangani perkara tersebut akan melakukan pemanggilan para tersangka untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka,” tambah Sunarta.
Terkait dengan penahanan terhadap para tersangka, lanjut Sunarta, semuanya berdasarkan pertimbangan dari penyidik.
“Penyidik akan melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan subjektif dan objektif termasuk kekhawatiran penyidik apabila tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, ataupun melakukan tindak pidana lainnya,” pinta Sunarta. Baginya dalam penanganan setiap perkara hukum berdasarkan fakta yuridis, dan semuanya ditangani secara profesional dan bertanggungjawab.
Kasi Penkum dan Humas Shirley Manutede menambahkan kelima tersangka hari ini juga resmi ditahan pada Rutan Klas IIB Kupang.
“Kelima tersangka telah resmi ditahan mulai hari ini dan menjalani pemeriksaan kesehatan pada RSB Titus Uly Kupang,” jelas Shirley.