Dishub Kota Kupang Target Rp 5,7 Miliar Dari Parkir

berbagi di:
foto-hal-01-cover-kadishub-kota-130120

Bernadinus Mere

 

 

Stef Kosat

Kepala Dishub Kota Kupang Bernadinus Mere ketika ditemui VN di Balai Kota Kupang, akhir pekan kemarin mengatakan target kontribusi ke PAD dari retribusi parkir untuk Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 5,7 miliar.

“Makanya semua jajaran Dishub bekerja sungguh-sungguh untuk bisa memenuhi target tersebut,” ucapnya.

Untuk mencapai target, pihaknya akan melakukan survei untuk menentukan jumlah setoran dari para pengelola parkir. Selain itu, pihaknya juga akan menentukan titik-titik parkir baru untuk meningkatkan pendapatan.

Terkait ‘titipan’ dari pihak legislatif maupun top eksekutif dalam penentuan pengelola parkir, Kadis Bernadinus tidak menyangkal hal tersebut.

Ia mengatakan, kepentingan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan anggota DPRD serta masyarakat akan dibagi seadilnya. Sebab, tidak boleh ada potensi daerah yang dihilangkan yang disebabkan oleh monopoli pihak tertentu.

“Artinya, semua harus dibagi rata dan adil serta tidak boleh ada yang punya keinginan menguasai perpakiran di Kota Kupang,” tegasnya.

Dia mengungkapkan apa yang dihadapinya saat ini merupakan “beban dosa masa lalu.

“Terus terang, saat ini saya memikul dosa masa lalu, tetapi saya tetap berusaha walaupun tidak bisa mengakomodir semua pihak. Tetapi saya akan mencoba untuk bersikap adil bagi semua. Saya menjaga kepentingan banyak pihak dan tentunya tidak mungkin saya harus pikul semua dosa dan mengorbankan diri saya,” ungkapnya.

 
Wali Kota Bantah
Terpisah, Wali Kota Jefri Riwu Kore yang diwawancarai mengenai lambannya pelelangan pengelola parkir karena kuat dugaan ada kepentingan tim sukses dan pihak lain, menjawab singkat “Tanya saja ke Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang”.

Saat pertemuan akhir tahun dengan awak media di Restoran Celebes, Wali Kota Jefri membantah adanya intervensi khusus parkiran dari Rumah Aspirasi. Intervensi itu mungkin urusan orang per orang tapi membawa-bawa nama Rumah Aspirasi.

“Jadi janganlah urusan pribadi dan tidak senang antara orang per orang kita dibawa-bawa. Seolah-olah kita mengatur ini parkiran semua. Kita tidak pernah ada niat untuk mengatur hal-hal begitu. Bapak-ibu coba tanya di para kepala dinas, pernah tidak kita main-main, dan pernah tidak kita mark up atau main proyek. Coba silakan tanya karena tranparansi itu penting, dan kami mau supaya kalau ada persoalan apa-apa kami diberitahu langsung,” kata Jefri.

Ia mengaku bekerja sungguh-sungguh untuk menata Kota Kupang. Tidak ada niat main proyek dan menangani “urusan ece-ece”. “Kalau ada satu-dua orang yang bicara, datangi kami (Wali Kota-Wakil Wali Kota) dan jangan hanya omong di medsos,” tegasnya.

Sedangkan Her Mboeik, Kepala Bidang yang menangani parkiran di Kota Kupang, saat diwawancarai terpisah, mengatakan, mandeknya pengelolaan parkiran di Kota Kupang karena terlalu banyak intervensi dari luar pemerintahan.

Akibat intervensi itu, terdapat beberapa pejabat Dishub orang dinonjobkan. Selain itu target PAD Kota Kupang dari Dinas Perhubungan juga tidak tercapai. Karena target PAD pada Dishub pada 2018-2019 yakni retribusi parkir umum Rp1.650.000.000, realisasi Rp1.591.648.350 (96,46%), dan parkir khusus dari target Rp600.000.000 realisasi Rp503.013.871 (83,84%). (mg-01/R-2)