Diskopnakertrans NTT Lakukan Pendataan UMKM Usai Pandemi Covid-19

berbagi di:
img-20200917-wa0017

 

Salah satu UMKM Binaan Bank Indonesia di Expo Kreatif Anak Negeri 2020. Foto: Putra B Mula/vn.

 

 
Putra B Mula

 

DINAA Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) NTT akan melakukan evaluasi dan pendataan jumlah UMKM secara menyeluruh usai pandemi Covid-19.

Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah UMKM yang ada di Provinsi NTT yang saat ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) NTT, Sylvia Pedkujawang menegaskan hal tersebut saat ditemui VN di Millenium Ballroom, Kamis (17/9).

Sylvia yang saat itu mengunjungi hari kedua Expo Kreatif Anak Negeri 2020 menyebut jumlah UMKM yang terdata sebelum Covid-19 sebanyak 105 ribu.

Menurutnya data ini sangat fluktuatif saat ini karena kondisi pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi jumlahnya sehingga perlu dilakukan pendataan ulang. Pendataan ini, kata dia, akan dilakukan usai pandemi Covid-19.

“Ada yang juga bermunculan karena adanya bansos (bantuan sosial) tapi intinya kita akan mendata lagi kalau pandemi ini selesai berapa di posisi yang tetap eksis,” ungkapnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menilai jumlah wirausahawan di NTT perlu diperbanyak minimal mencapai 2 persen dari total penduduk NTT.

Ia menyebut jumlah wirausahawan di Provinsi NTT saat ini hanya sebesar 1,9 persen dari total jumlah penduduk NTT yang sebanyak 5,5 juta jiwa.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan pembukaan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 di Milenium Ballroom pada Rabu kemarin (17/9).

Josef Nae Soi menghitung besaran penduduk yang berprofesi sebagai wiraswasta berdasarkan jumlah UMKM yang tumbuh di NTT. Saat ini jumlah UMKM di NTT, kata dia, mencapai 105 ribu unit.

Demikian bila 5,5 juta jiwa total penduduk NTT dibandingkan dengan banyaknya UMKM tersebut maka menurutnya hanya ada 1,9 persen penduduk yang bekerja di sektor swasta.

“NTT dengan jumlah UMKM kurang lebih 105 ribu unit. Jumlah ini masih kurang apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk NTT sebanyak 5,5 juta jiwa yang berarti penduduk NTT yang bergerak di sektor wiraswasta hanya 1,9 persen,” jelas dia.

Menurutnya jumlah tersebut perlu ditingkatkan hingga mencapai 2 persen untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang ada di NTT melalui sektor swasta.

“Untuk itu seyogyanya, untuk memacu pertumbuhan ekonomi suatu daerah minimal dua persen dari total penduduknya harus bergerak di sektor wirausaha,” tambah dia.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT, Nazir Abdullah juga menyebut UMKM di NTT juga menjadi binaan dari berbagai lembaga dan kooperasi.

Untuk UMKM binaan di bawah Disperindag NTT sendiri kurang lebih sekitar 400 UMKM di seluruh NTT. Hal tersebut disampaikannya kepada VN di usai pembukaan expo tersebut.

Ia juga berharap untuk UMKM khusus tenun ikat NTT dapat digerakkan juga oleh generasi muda. Menurutnya, generasi muda juga terjun dalam dunia usaha tenun ikat NTT untuk melestarikan tenun ikat NTT.

“Penenun kita kebanyakan generasi lanjut untuk itu ada kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan ini bagaimanapun kita anak usia muda ini untuk mau to terjun ke dunia tenun ini. Sekarang ini tenun sangat penting untuk culture, pariwisata dan fashion,” ungkapnya. (Yan/ol)