Dispar NTT Dorong Kunjungan Wisatawan Lokal

berbagi di:
img_20210210_134920

 

 

 

Yosi Kameo

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT,  I Wayan Darmawa kepada VN, Rabu (10/2) mengatakan pihaknya saat ini sedang gencar mendorong kunjungan wisatawan lokal baik dari NTT maupun luar NTT untuk berkunjung di berbagai destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengakui di tengah pandemi saat ini kunjungan wisatawan mancanegara menurun dan hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Saat ini wisatawan lokal-lah yang mampu menghidupkan pariwisata di NTT.

“Inikan kondisi keseluruhan. Wisatawan yang datang dari luar tidak menginap. Mereka ini yang jumlah sedikit atau bahkan tidak ada, tapi wisatawan lokal tetap ada. Ini buat pendapatan di sana tetap stabil. Contohnya di Koanara (Ende). Di sana wisatawan lokal ini yang menghidupkan destinasi,” jelasnya,

Ia mengatakan di tahun 2021, Pemprov NTT melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT akan mendorong kunjungan wisatawan lokal lewat promosi ke tujuh destinasi unggulan NTT.

“Para teman-teman pengelola di daerah wisata itu selalu mempromosikan destinasi di daerah mereka. Mereka bikin misalnya event-event lokal. Mereka bikin tempat selfie di destinasi itu. Contohnya di Koanara (Ende) dan Praimadita (Sumba Timur),” ujarnya.

Ia menilai kreativitas pengelola akan mendorong wisatawan lokal untuk berkunjung.

Selain promosi, Pemprov NTT punya target meningkatkan jumlah wisatawan serta melanjutkan pelatihan bagi para pelaku usaha dan masyarat di tujuh destinasi unggulan NTT.

“Pelatihan diupayakan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan usaha-usaha yang ada di destinasi tersebut, termasuk keramahan masyarakat sekitar terhadap pengunjung juga masuk dalam pelatihan. Ada advokasi dan pelatihan,” ungkapnya.

Ia menambahkan tujuh destinasi unggulan NTT yang sudah ditetapkan sejak tahun 2019 yaitu Lamalera di Lembata, Fatumnasi (TTS), Mulut Seribu di Rote Ndao, Pantai Liman di Pulau Semau (Kupang), Praimadita (Sumba Timur), Wolwal di Alor, dan Koanara di Ende. (bev/ol)