Dispar Tetap Jalankan Konsep 5 A

berbagi di:
img-20200519-wa0021

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Dinas Pariwisata Provinsi NTT tetap mempersiapkan berbagai rencana untuk meningkatkan destinasi pariwisata NTT pasca pandemi Corona.

Kepala Dinas Pariwisata provinsi NTT Wayan Darmawan kepada VN, Selasa (19/5) siang mengatakan sesuai visi pembangunan Gubernur NTT yang menyatakan sektor pariwisata sebagai salah satu leading sektor perekonomian di NTT, maka saat ini pihaknya berupaya menjalankan konsep 5A dalam membangun pariwisata di NTT.

Kelima variabel tersebut meliputi aksesibilitas, atraksi, akomodasi, amenity dan awareness. Pertama aksesibilitas dimana pemerintah tetap mendorong perbaikan akses jalan menuju desa atau tempat-tempat destinasi agar mempermudah wisawatan mencapai destinasi tujuan.

Kedua, terkait atraksi berupa budaya, warisan sejarah, seni dan yang menarik dari desa tersebut. Karena itu pihaknya sedang menyiapkan narasi-narasi di desa destinasi atau cerita-cerita yang dikemas menarik dan menambah wawasan wisatawan terhadap destinasi yang mereka kunjungi.

“Saat ini seluruh staf dinas sedang menghimpun seluruh informasi destinasi, untuk ada ceritanya baik itu kulinernya, sejarahnya yang mana dihimpun dalam satu kajian bernama Exotic NTT dan saat ini dinas sudah mempublikasikannya sebanyak 10 kali. Selain narasi juga disiapkan pedoman-pedoman bagi warga atau pemandu wisatawan dalam menerima dan melayani wisatawan yang datang,” jelasnya.

Ketiga, amenity atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi.

Amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Seperti yang telah dilakukan di 7 destinasi pariwisata estate dengan peningkatan sarana prasarana seperti listrik air dan landscape sehingga pada tanggal 15 Juni mendatang dipastikan akan siap menerima wisatawan manakala pada saat itu destinasi wisata telah dibuka kembali oleh pemerintah.

Keempat, akomodasi yang berupa suatu tempat atau kamar dimana orang-orang / pengunjung / wisatawan dapat beristirahat /menginap / tidur, mandi, makan dan minum serta menikmati jasa dengan nyaman di lokasi destinasi tujuan.

“Untuk meningkatkan akses destinasi di desa pemerintah sudah membangun komunikasi dengan seluruh desa wisata pemerintah desa maupun pelaku-pelaku wisata untuk bagaimana mereka melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk memperbaiki rumah dan kondisi sosial mereka serta kegiatan-kegiatan sosial yang ada sehingga ketika destinasi dibuka kembali para wisatawan yang datang berkunjung ke lokasi tersebut merasa nyaman karena dijamu dengan berbagai akomodasi yang lengkap dan nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan konsep 5 A yang menjadi fondasi pembangunan pariwisata secara kuat mengindikasikan bahwa pariwisata adalah sektor hilir dari proses pembangunan ekonomi.

Artinya, sistem kepariwisataan yang baik akan tercipta apabila sektor-sektor penunjang telah berfungsi dengan baik. (bev/ol)