Dituduh “Suanggi”, Ibu dan Anak Lapor Polisi

berbagi di:
foto-hal-07-metro-lp-101019

Mia Pah (membelakangi lensa) melaporkan tindak pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan serta upaya pembunuhan yang dilakukan Ardy Pandie di wilayah Jalan Suratim, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa lima, Kota Kupang, kemarin. Foto: Maykel Umbu/VN

 
Maykel Umbu

Seorang ibu dan anak melaporkan kasus tindak pidana pengancaman ke kepolisian atas tuduhan memiliki ilmu hitam yang menyebabkan tetangga meninggal dunia. Kejadian itu terjadi di wilayah Jalan Suratim, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Mia Pah (56) dan anaknya Yonathan Pah (44), warga Jalan Suratim nyaris dihakimi warga. Mia dituduh sebagai suanggi (orang yang memiliki ilmu hitam) yang menyebabkan tetangganya meninggal dunia. Tidak hanya nyawanya yang terancam, korban juga mengalami intimidasi karena rumah dilempari dan diteriaki dari luar rumah.

Kondisi itu menyebabkan kondisi suami korban yang selama ini sakit, makin memburuk. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/10) malam baru dilaporkan korban ke polisi di Polsek Kelapa Lima, pada Selasa (8/10). Dalam laporannya korban mengaku kalau saat itu ada tetangga mereka Opa Pandie meninggal dunia.

Datanglah Ardy Pandie, anak dari Opa Pandie sambil berteriak menyuruh Mia Pah keluar dari rumah. Ardy mengabarkan kalau orang tuanya sudah meninggal dunia karena perbuatan Mia Pah yang dituduh sebagai suanggi.

Yonathan yang kebetulan ada di rumah berusaha keluar rumah mengecek suara ribut-ribut di depan rumahnya. Dia kaget melihat Ardy dan puluhan warga sudah berdiri di depan rumahnya dan menuduh mereka sebagai suanggi.

Saat Yonathan hendak mengklarifikasi, Ardy malah melemparinya dengan batu dan mengejar Yonathan. Yonathan berusaha menghindar namun dia kaget karena Ardy mengancungkan parang dan mengejar Yonathan serta mengancam akan membunuh mereka.

“Kami dituduh sebagai suanggi. Mereka menuduh kalau saat kami tinggal di Perumnas dulu kami juga sebagai suanggi yang menyebabkan banyak tetangga meninggal, padahal kami sendiri tidak mengetahui apa itu suanggi,” ujar Mia Pah saat mengadukan kasus itu ke polisi.

Ardy dan sejumlah warga juga melempari rumah korban yang mengakibatkan atap rumah, tembok, pintu dan kios korban rusak dan hancur. Korban sekeluarga baru tiga tahun pindah di Jalan Suratim, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima setelah rumah mereka di Perumnas, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang laku terjual.

Kepada polisi, korban meminta kasus itu diproses hingga tuntas. Karena dia merasa terancam dan tidak bisa beraktivitas bebas akibat dituduh sebagai suanggi dan adanya ancaman kekerasan fisik. Dia juga berharap terlapor Ardy Pandie mempertanggungjawabkan tuduhannya dan juga bertanggung jawab atas pengancaman dan pelemparan rumah yang dilakukan.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, yang dikonfirmasi di kantornya, Selasa (8/10) mengakui kalau pihaknya sudah menerima laporan kasus itu dan sedang diproses.

“Kita langsung periksa pelapor dan korban serta mencari informasi dari saksi-saksi lainnya,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka ini. (mg-21/R-2)