Dorong Ekonomi, Sandiaga Uno Andalkan ‘Vaksin Pariwisata’

berbagi di:
img-20201228-wa0021

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengandalkan vaksin pariwisata untuk mendorong ekonomi pada sektor tersebut.

Vaksin pariwisata yang dimaksud Sandiaga Uno adalah CHSE atau K4, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Sandi mengungkapkan hal ini dalam pertemuan secara virtual dengan seluruh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kotamadya seluruh Indonesia, Sabtu sore (26/12).

“CHSE ini adalah sebuah vaksin daya tahan dan daya bangkit bagi pariwisata dan ekonomi kreatif. Jadi sebelum vaksin ada, kita punya vaksin pariwisata untuk mendorong pelaku usaha, jadi tugas kita untuk mensosialisasikan sertifikasi CHSE ke depannya,” jelas Sandi.

Ia menambahkan, target pada 2020 sebanyak 6.626 pelaku pariwisata tersertifikasi CHSE sudah tercapai. Ia ingin tahun depan terus bertambah. Sandi optimistis dapat membangkitkan geliat pariwisata dan ekonomi kreatif nusantara.

Optimisme bertambah pada keyakinan akan dilibatkannya seluruh pihak, mulai dari pelaku usaha, media, komunitas, sehingga semua unsur pemangku kepentingan agar visi dan misi dapat cepat tercapai.

“Urat pesimis saya sudah putus, saya optimistis sekali dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lewat kerja sama semua pihak,” ungkap Sandi.

Dalam rapat virtual itu ia membahas percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ini sebagai langkah percepatan dalam pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi Covid-19.

Terlebih bagi lima destinasi super prioritas yang ditunjuk Jokowi, antara lain Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

“Kita harus menyiapkan segala aspek untuk berbenah, tentunya yang harus kita dahulukan adalah aspek kesehatan, maka berbenah harus disiapkan secara detail, mulai dari kuliner, fashion, kriya atau kerajinan tangan, tari-tarian, dan lainnya,” papar Sandi di awal pertemuan itu.

Instruksinya tersebut, katanya juga merujuk pada usulan Presiden Jokowi, yakni calender of event atau daftar kegiatan setiap destinasi wisata setiap tahun. Calender of event tersebut ditunjukkannya seperti halnya langkah Pemerintah Kotamadya Solo yang telah mendata sekaligus mengagendakan lebih dari 60 event dalam setahun.

Selain itu, lanjutnya, Presiden Jokowi juga ingin memastikan setiap aspek kesehatan dan keselamatan dalam setiap destinasi pariwisata bisa diterapkan strategis. (bev/ol)