DPRD Minta Izin Usaha Pabrik Tahu Ditarik

berbagi di:
20200130_125831

 

 

 

Alfret Otu

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Malelak de Haan meminta pemerintah merespon cepat dan turun lapangan melihat pabrik tahu yang ada di Jalan Timor Raya Kilometer 30, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur karena keberadaan limbah pabrik tersebut sangat bau dan menganggu masyarakat umum.

Ia mengaku sudah dapat info ini sejak lama namun terkesan ada pembiaran.

Menurutnya, apabila aktivitas tersebut mengganggu kenyaman masyarakat maka harus ada rujukan yang didasarkan atas bukti sebagai bentuk peringatan. Apabila menganggu maka izinya tidak diperpanjang.

Apabila usahanya luas, izin usaha tersebut akan menggunakan amdal tetapi karena ini usahanya home industri atau usaha perumahan sehingga tidak bisa pakai rujukan sebelum dibangun harus mengunakan Amdal.

Dia menegaskan, yang sekarang dilihat adalah dampak dari usaha tersebut apakah mengganggu masyarakat di sekitar area pabrik atau para pengguna jalan.

“Kalau memang menganggu masyarakat secara umum, harus ada teguran dan peringatan-peringatan dan kalau bisa ditarik izin usahanya. Saya pikir pemerintah harus merespon cepat dan turun langsung dan melihat kondis yang ada lapangan bagaimana aktivitasnya dan
bagaimana dampaknya bagi masyarakat umum,” katanya.

Menurutnya, kalau memang berdampak, cabut saja ijin usahanya atau lihat kembali izinnya karena yang memberi izin pasti tahu dan harus turun dan melihat atau memberi teguran. Apabila menganggu dan diberi teguran dan tidak diindahkan maka cabut saja ijin usahnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat, Ojo Pa secara terpisah di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur mengatakan dirinya bahkan seluruh tetangga yang ada di area sekitar pabrik tahu tempe kilometer 30 sangat resah dengan bau limbah sejak tahun 2018 hingga 2019 bahkan ditahun 2020.

“Kita masyarakat di sini sudah sangat terganggu bahkan makan saja susah karena bau yang tidak sedap bahkan kadang kita perut sakit karena bau limbah pabrik. Saya bersyukur dengan adanya usaha pabrik tahu tempe ini membantu masyarakat tetapi bau dari pada limbah pabrik ini yang perlu diperhatikan agar jangan menguntugkan diri sendiri kemudian menganggu masyarakat bahkan merusak lingkungan dan bisa saja memakan korban jiwa,” ujarnya. (mg-07/S-1).