Drainase Kurang, Kupang Dipenuhi Genangan Air

berbagi di:
img-20200109-wa0001

 

 

 

Putra Bali Mula

Ruas jalan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur kerap digenangi air setelah hujan sepekan terakhir.

Sejumlah ruas jalan di wilayah Kelurahan Tuak Daun Merah, Fatululi, Kelapa Lima maupun jalan di dalam areal Pasar Kasih Naikoten I misalnya, selalu menjadi langganan genangan air.

Thomas Bangke, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT menilai perlunya drainase atau jebakan air di Kota Kupang untuk mengatasi hal ini.

Thomas kepada VN di ruang kerjanya Rabu ini (8/12) menyebut drainase menjadi kebutuhan bagi Kota Kupang di tengah perkembangan kota saat ini.

Menurutnya, drainase merupakan bagian dari kesiagaan pemerintah dalam mengantisipasi kondisi alam seperti hujan yang dapat menyebabkan genangan air seperti saat ini.

Pentingnya drainase ini, kata dia, merupakan himbauan dari Pemerintah Provinsi NTT yang juga telah dikoordinasikan oleh pihaknya kepada Pemerintah Kota Kupang.

img-20200109-wa0000

“Ya, itu bagian dari kesiagaan. Kita sudah koordinasi dengan Pak Wali Kota untuk coba perbanyak drainase atau seperti himbauan Pak Gubernur itu untuk buat jebakan-jebakan air,” ungkap dia.

Ia mengatakan pihaknya sempat memantau ruas jalan di wilayah Sikumana yang digenangi air dan menganggu pengguna jalan. Pemantauan ini dilakukan ketika ia bersiaga di posko BPBD NTT.

Respon terhadap kebutuhan akan drainase ini, sebutnya, tergantung otoritas Wali Kota Kupang.

“Ini kembali lagi pada kewenangan Wali Kota,” kata dia.

Sementara pantauan VN pada Rabu ini, sebagian jalan di dalam Pasar Inpres Naikoten I sendiri telah dilakukan perbaikan dengan semenisasi akhir tahun lalu. Namun genangan air masih tampak di sebagian jalan yang belum diperbaiki.

Jalur pembuangan atau drainase pada areal dalam pasar juga belum banyak tersedia sehingga genangan air di sejumlah titik bisa berlangsung selama dua atau tiga hari.

“Mau bagaimana lagi, setiap tahun pasti becek begini. Coba buat (perbaikan) yang beres memang biar tidak ada genangan air banyak begini kalau hujan,” ungkap Okto salah satu pengunjung pasar siang itu. (bev/ol)