Dua Gempa Susulan Terjadi di Kabupaten Kupang

berbagi di:
img-20200115-wa0026

Sholakhudin Noor Falah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kupang. Foto: Putra/VN

 

 

Putra Bali Mula

BMKG Stasiun Geofisika Klas I Kupang menyampaikan sempat terjadi dua gempa susulan di tenggara laut Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur setelah gempa pertama sebesar gempa 5,7 magnitudo pada Rabu (15/1) pukul 15.55 Wita.

Sholakhudin Noor Falah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kupang pada Rabu tersebut menyampaikan gempa susulan ini sebesar 3,2 dan 2,9 magnitude beberapa menit setelah gempa pertama sebesar 5,7 magnitudo.

“Gempa susulan terjadi 3,2 dan 2,9 magnitude di tempat yang hampir sama, tenggara laut Kabupaten Kupang dan tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Ia menegaskan gempa sebesar 5,7 tersebut terjadi di laut arah bagian tenggara sejauh 66 KM dari Kabupaten Kupang. Sementara gempa susulan pada terjadi pada lokasi yang tidak berbeda dari gempa pertama.

“Gempa 15 Januari pukul 15.55 Wita ini 10,54 lintang selatan 124,12 bujur timur atau lokasi 66 KM arah tenggara laut Kabupaten Kupang,” kata dia.

Ia menegaskan update terakhir dari BMKG adalah gempa sebesar 5,7 magnitudo dan tidak berpotensi adanya tsunami di daerah tersebut.

“Gempa ini awalnya (data) dikeluarkan BMKG dengan 5,9 kemudian updatenya magnitude menjadi 5,7. Gempa ini terjadi karena tumbukan antara lempeng Australia dan Eurasia, mekanismenya sesar naik,” jelasnya.

Daerah yang merasakan gempa ini adalah wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya termasuk Kota Kupang dengan intensitas yang tidak signifikan.

“Gempa tersebut terasa hingga ke Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, Kota Kupang dengan intensitas 2 sampai 3 mmi, dirasakan beberapa orang, getarannya seperti seperti kendaraan berat lewat” kata dia.

BMKG telah melakukan koordinasi mengenai informasi tersebut kepada sejumlah pihak dan sampai saat ini BMKG belum mendapatkan tanggapan balik mengenai kerusakan dan semacamnya.

“Informasi ini sudah dikoordinasikan, sudah disebarkan ke SAR, BPBD, TNI Polri, dan sampai saat ini memang belum ada laporan kerusakan dan hal lainnya,” ujarnya. (bev/ol)