Dua Helikopter Antar Bantuan Korban Banjir Rob Semparong

berbagi di:
img-20210407-wa0088

Helikopter milik BNPB yang membawa rombongan Bupati Sikka di Bandara Frans Seda Maumere, Rabu (7/4) sore.

 

 

 

Yunus Atabara

Sebuah helikopter milik BNPB dengan Nomor RA-24699 berangkat dari Bandara Frans Seda Maumere menuju Desa Semparong, Pulau Sukun, Kabupaten Sikka, NTT membawa logistik bagi korban bencana banjir Rob untuk 1.195 orang.

Kepala Bagian Protokol dan Informasi Pimpinan Setda Sikka Edmon Bura kepada VN, Rabu (7/4) mengatakan logistik yang diantar diantaranya mie instan 90 dos, beras sebanyak 1 ton, air mineral 48 dos, obat-obatan 100 dos, biskuit 10 dos, susu 12 dos. “Hari ini Pak Bupati dan rombongan antar bantuan bagi korban banjir rob di Semparong bersama dua helikopter milik BNPB dan helikopter milik TNI AU,”ujarnya.

Sementara helikopter milik TNI AU, berangkat dari halaman Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere dengan membawa logistik ke Desa Semparong.

Sebelumnya diberitakan, banjir rob yang disertai angin kencang melanda Desa Semparong Pulau Sukun, Jumat (2/4) lalu. Akibatnya, pemukiman warga terendam air dan sebagian rusak diterjang angin kencang. Camat Alok Pedro Rodriquez menjelaskan ribuan warga di Desa semparong Pulau Sukun, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena pemukiman warga terendam banjir rob. Sebagian rusak diterpa angin kencang.

“Ada 1.195 orang, warga Desa Semparong yang mengungsi di tempat yang lebih aman. Mereka terpaksa mengungsi di gedung sekolah, yang ada di wilayah itu, karena rumah mereka terendam ait laut,” kata Camat Alok.

Helikopter milik TNI AU yang membawa logistik di Kantor Bupati Sikka, Rabu (7/4) sore.
Helikopter milik TNI AU yang membawa logistik di Kantor Bupati Sikka, Rabu (7/4) sore.

Ia mengaku saat ini pihaknya belum bisa turun ke Desa Semparong Pulau Sukun, karena gelombang besar. Ia sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Teluk di Desa Gunung Sari.

Darman, Kepala Desa Semparong secara terpisah kepada VN mengakui sejak dua hari yang lalu, ribuan warga Semparong menempati gedung SD dan SMP yang relatif aman karena letaknya di ketinggian.

“Tetapi saat ini relatif aman sehingga banyak warga yang kembali ke rumah masing masing,” kata Darman.

Menurut Darman, warga Semparong di pengungsian itu sebanyak 316 kepala keluarga dengan 1.195 jiwa. Ribuan pengungsi itu berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Kajoangin, Sukun, dan Dusun Sambuta. Darman mengakui hingga saat ini belum ada pihak yang turun memberikan bantuan kepada ribuan pemgungsi tersebut.

Pengungsi mulai mengalami kendala pasokan makan dan obat obatan sehingga sangat membutuhkan bantuan. (bev/ol)