Omicron Menyebar Cepat di Amerika Selama Musim Liburan

- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:47 WIB
Staf medis memindahkan pasien Covid-19 di Brasilia, Brasil, pada 17 Maret 2021. Dok.indotrend.com
Staf medis memindahkan pasien Covid-19 di Brasilia, Brasil, pada 17 Maret 2021. Dok.indotrend.com

NEW YORK,VICTORY NEWS-Varian baru omicron menyebar cepat di Amerika Serikat selama musim liburan. Varian Omicron telah terdeteksi di 35 negara atau hampir setiap negara di kawasan itu.

Omicron diperkirakan akan menjadi varian yang paling dominan di Amerika Serikat. Sebagian besar kasus baru terjadi di negara bagian di wilayah Timur dan Barat Tengah dengan lonjakan paling cepat.

Dikutip dari Indotrend.com dengan judul "https://www.indotren.comomicron sudah menyebar di hampir semua negara amerika"Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menyatakan Omicron menyebar dengan cepat saat musim liburan dan mengganggu sistem kesehatan yang sudah rapuh.

Baca Juga: Soroti Penyelesaian Kasus Kematian Astri dan Lael, Ketua DPRD NTT Minta Polisi Bekerja Profesional

“Didorong oleh penyebaran cepat varian Covid-19 Omicron, infeksi baru telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Amerika," kata PAHO.

Saat jumpa pers reguler pada Rabu 12 Januari 2021, Direktur PAHO Carissa Etienne mengatakan kasus di seluruh Amerika naik menjadi 6,1 juta pada 8 Januari, dari 3,4 juta kasus pada 1 Januari.

“Infeksi meningkat di setiap sudut wilayah Amerika, dan sekali lagi, sistem kesehatan kita ditantang karena kunjungan ruang gawat darurat dan rawat inap meningkat,” kata Etienne.

Sementara itu, Bolivia, Ekuador, Peru dan Brasil telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam kasus baru, katanya, sementara di Argentina dan Paraguay infeksi Covid-19 telah meningkat hampir 300 persen selama seminggu terakhir.

Baca Juga: Tua Reta Lou, Tarian Perang di Ujung Bambu dari Kabupaten Sikka

Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rabu (12/1/2022) mengatakan, saat ini AS melaporkan rata-rata lebih dari 750.000 kasus per hari, meningkat 47 persen dari minggu lalu.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Terkini

X