KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia di Namibia

- Senin, 14 Februari 2022 | 07:20 WIB
KBRI Windhoek saat mempromosikan  bumbu Indonesia dalam pameran di Namibia.  (Foto:KBRI Windhoek)
KBRI Windhoek saat mempromosikan bumbu Indonesia dalam pameran di Namibia. (Foto:KBRI Windhoek)

NAMIBIA,VICTORY NEWS-KBRI Windhoek menyelenggarakan kegiatan promosi produk bumbu Indonesia dengan tema “Indonesian Culinary Promotion" kepada jejaring importir bumbu, para penggiat kuliner, pengusaha pasar swalayan dan restoran di Namibia (11/2/2022).

Kegiatan tersebut digelar untuk mendukung program 'Indonesia Spice Up the World', dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Pada acara tersebut, KBRI Windhoek melakukan demo masak makanan InIndonesi menggunakan bumbu instan dari PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, PT Sasa Inti Indonesia dan PT Bali Maya Permai seperti bumbu rasa rendang, nasi goreng, ayam goreng tepung, bakwan dan ikan sarden.

Baca Juga: Hari Valentine Hanya Formalitas

Selain demo masak, KBRI Windhoek jugamenampilkan sejumlah produk kuliner Indonesia, seperti bumbu instan, rempah-rempah (lada), sambal, saus tomat, kecap manis, santan kelapa, minyak goreng kelapa sawit, mentega, mie instan, ikan kaleng, dan kopi instan sehingga mempermudah importir Namibia mengenal produk ekspor kuliner Indonesia dan melakukan interaksi secara langsung dengan eksportir dan produsen makanan di Indonesia secara virtual.

Indonesia ingin membawa lebih banyak rempah-rempah lokal ke luar negeri, menunjukkan kepada dunia kekayaan rempah-rempah Indonesia, dan menarik wisatawan mencoba hidangan lokal kami secara langsung," kata Duta Besar RI Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo dalam sambutan pada acara tersebut.

Baca Juga: Gedung Bank NTT Cabang Anakalang Sumba Tengah Resmi Dibangun

Selanjutnya, dalam paparan 'Introductory Culinary Promotion Program', Sulthon Sjahril, Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Windhoek menyampaikan gambaran potensi rempah-rempah Indonesia sebagai negara pengekspor rempah-rempah terbesar keempat di dunia, dan Indonesia dikenal sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia. 

Industri rempah-rempah Indonesia dinilai sangat menguntungkan. Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, ekspor rempah-rempah dan herbal setiap tahunnya mencapai USD500 juta.

Acara tersebut juga menyertakan pengusaha Namibia yang memberikan testimoni mengenai berbisnis dengan Indonesia.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X