Respons Krisis Sri Lanka, Indonesia Kirim 3 Ton Obat dan Alkes

- Sabtu, 30 April 2022 | 04:05 WIB
Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyerahkan bantuan yang diterima oleh Dubes Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Yasoja Gunasekera, di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (28/04/2022). (setkab.go.id)
Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyerahkan bantuan yang diterima oleh Dubes Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Yasoja Gunasekera, di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (28/04/2022). (setkab.go.id)

JAKARTA, VICTORYNEWS - Negara Sri Lanka saat ini mengalami krisis ekonomi yang berdampak pada berbagai sektor.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Indonesia adalah kelangkaan obat dan alat kesehatan atau alkes.

Dilansir victorynews.id dari laman resmi setkab.go.id, Sabtu (30/4/2022), merespons krisis itu, Pemerintah Indonesia mengirimkan 3.026 kilogram bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan esensial dan alat kesehatan untuk Pemerintah Sri Lanka.

Baca Juga: Gelar Pertemuan Bilateral, Ini yang Dibahas Perdana Menteri Jepang dengan Presiden Jokowi

“Dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas sebagai negara sahabat, Indonesia bermaksud menyerahkan bantuan kesehatan untuk pemerintah dan masyarakat Sri Lanka,” ujar Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan (Sekjen Kemenkes), Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

Sekjen Kemenkes menyatakan hal itu saat menyerahkan bantuan yang diterima oleh Duta Besar (Dubes) Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN Yasoja Gunasekera, di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga: Ini Usaha Jokowi untuk Perdamaian Rusia dan Ukraina Jelang Presidensi G20

Kunta menjelaskan, pengiriman bantuan ini dapat dilakukan atas kerja sama antara pemerintah, sektor usaha, di tanah air, dan pihak lainnya, di antaranya Kemenkes, Kementerian Luar Negeri, Dubes Sri Lanka untuk Indonesia, WHO Indonesia, dan sembilan perusahaan farmasi.

Perusahaan farmasi dimaksud, yakni PT Dexa Medica Group, PT Bernofarma, PT Global Onkolab Farma (Kalbe Group), PT CKD Otto, PT Jayamas, PT Safelock, PT Ocean Medika, PT Bara Sehat Jaya dan PT Triton Manufactures.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X