Usai Evakuasi di Azovstal, Presiden Ukraina Minta PBB Lanjutkan Evakuasi di Mariupol

- Kamis, 5 Mei 2022 | 17:46 WIB
Seorang wanita dan seorang gadis terlihat rumahnya rusak dalam serangan penembakan di kota Volnovakha, Ukraina. (Dok.indotren.com)
Seorang wanita dan seorang gadis terlihat rumahnya rusak dalam serangan penembakan di kota Volnovakha, Ukraina. (Dok.indotren.com)

Baca Juga: Menuju Musdalub Golkar Lembata, Kesiapan Panitia Capai 90 Persen

"Nyawa orang-orang yang tersisa di sana dalam bahaya. Setiap orang penting bagi kami. Kami meminta bantuan Anda untuk menyelamatkan mereka," kata Zelensky kepada Antonio Guterres melalui telepon, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari NDTV.

Pernyataan Zelensky ini muncul setelah Ukraina mengabarkan tentang terjadinya pertempuran sengit dengan pasukan Rusia di pabrik itu.

Dilaporkan, pertempuran sengit ini terjadi tak lama setelah PBB melakukan proses evakuasi di Azovstal.

Baca Juga: Walau Yakin Menang, PBW Siap Kalah dan Tetap Bangun Golkar Lembata

Diketahui, Pabrik Azovstal tidak hanya berisi warga sipil, tetapi pasukan Ukraina yang ikut bersembunyi selama berminggu-minggu.

Pada minggu lalu, Antonio Guterres mengunjungi Moskow dan Kyiv untuk membuka jalan bagi evakuasi warga sipil di Ukraina.

Sementara itu, intelijen Ukraina menuduh Rusia sedang melakukan pembersihan Mariupol dari segala reruntuhan.

Baca Juga: Vaksinasi di Kabupaten Kupang Belum Capai Target

Menurut Ukraina, Rusia sedang berencana mengadakan parade militer di Mariupol untuk perayaan kemenangan.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelintas PLBN Motaain Capai 300 Orang Per Hari

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:26 WIB

129 WNI korban Penyekapan di Kamboja Diselamatkan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:16 WIB
X