Global Covid-19 Summit, Presiden Jokowi Ajak Dunia Kolaborasi Beeantas Pandemi

- Jumat, 13 Mei 2022 | 23:41 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis(12/5/2022) Waktu Amerika.  (presidenri.go.id)
Presiden Joko Widodo berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis(12/5/2022) Waktu Amerika. (presidenri.go.id)

WASHINGTON DC, VICTORYNEWS - Presiden Joko Widodo mengajak dunia dalam hal ini negara-negara untuk menyatukan pemahaman mengatasi pandemi covid-19.

Penyatuan pemahaman itu dilakukan untuk membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat dalam menghadapi pandemi.

Pasalnya, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi dunia, yakni ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi ternyata tidak cukup kuat.

Baca Juga: SEA Games 2021: Gulung Filipina 4-0, Timnas U-23 Geser Myanmar dari Puncak Klasemen

Akibatnya, harga yang harus dibayar sangatlah mahal: jutaan orang yang kehilangan nyawanya dan perekonomian dunia pun mengalami keterpurukan.

Oleh karena itu, saat berpidato secara virtual pada Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022) waktu Amerika atau Jumat (13/5/2022) Waktu Indonesia, Presiden Joko Widodo mendorong semua negara untuk bekerja sama mengatasi pandemi serta membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat.

Baca Juga: Kapolda NTT Pastikan Seleksi Casis Polri Bersih dan Transparan

“Untuk mengatasi pandemi, percepatan vaksinasi harus dilakukan untuk menjangkau 70 persen penduduk setiap negara. Momentum turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan untuk meluncurkan pukulan terakhir terhadap Covid-19. Vaksin harus secepatnya menjadi vaksinasi. Kolaborasi kita harus menjembatani tantangan vaksinasi, mulai dari pembiayaan, logistik, dan sumber daya manusia,” ujar Presiden seperti dilansir victorynews.id dari laman resmi presidenri.go.id.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa setidaknya diperlukan tiga hal untuk membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat. Pertama, akses kesehatan yang inklusif. Menurutnya, seluruh masyarakat tanpa terkecuali harus memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X