Singgung Perang Ukraina, Presiden Joko Widodo Ajak Amerika Ciptakan Perdamaian di Indo-Pasifik

- Jumat, 13 Mei 2022 | 23:57 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN oleh Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan Anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5/2022) waktu AS. (presidenri.go.id)
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN oleh Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan Anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5/2022) waktu AS. (presidenri.go.id)

Washington DC, VICTORYNEWS - Presiden Joko Widodo menyinggung perang Ukraina dan Rusia yang sangat berdampak para stabilitas Global.

Karena itu, hukum internasional perlu dihormati, multilateralisme ditinggalkan, dan unilateralisme dikedepankan, sehingga apa yang terjadi di Ukraina dapat terjadi di wilayah lain, termasuk di Indo-Pasifik.

Hal itu dikatakan Jokowi saat diberi kehormatan untuk menjadi pembicara pertama di hadapan anggota Kongres AS pada jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN oleh Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan Anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5/2022) waktu Amerika.

Baca Juga: Global Covid-19 Summit, Presiden Jokowi Ajak Dunia Kolaborasi Beeantas Pandemi

Presiden Joko Widodo mengajak Amerika Serikat (AS) untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama inklusif yang saling menguntungkan di Indo-Pasifik.

“Sejak 2019, ASEAN telah menyepakati ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, memastikan keberlangsungan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Saya mengajak AS untuk terus menjadi bagian dari jangkar perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik,” ujar Presiden Jokowi.

ASEAN menurut Presiden, selama lebih dari lima dekade menikmati perdamaian dan stabilitas. Negara ASEAN juga bekerja keras membangun arsitektur kawasan yang mengedepankan kerja sama.

Baca Juga: SEA Games 2021: Gulung Filipina 4-0, Timnas U-23 Geser Myanmar dari Puncak Klasemen

“Paradigma win-win diperjuangkan, budaya dialog diperkokoh, kerja sama inklusif dikedepankan, dan hukum internasional dan nilai-nilai multilateral menjadi panglima,” jelas Presiden.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X